WALHI Lampung

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Kegiatan WALHI Lampung.

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung adalah organisasi lingkungan hidup berbasis forum yang ada di Lampung.

Terafiliasi secara nasional, WALHI Lampung diresmikan pada 15 Oktober 1996.

Kini, organisasi yang usianya kian dewasa tersebut memiliki 14 anggota yang terdiri atas organisasi dan individu.

Wahana

Kegiatan WALHI Lampung. (Dokumentasi WALHI Lampung)

Mapan dengan nama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), ternyata organisasi yang bergerak di bidang lingkungan ini harus melalui jalan yang panjang terlebih dahulu.

Para pendirinya enggan menggunakan nama-nama yang sudah banyak digunakan dan terkesan memihak kelompok tertentu.

Melalui rapat pleno, istilah 'wahana' kemudian dirasa yang paling tepat.

WALHI Lampung kemudian lahir pada tanggal 15 Oktober 1996.

Melalui organisasi tersebut, diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Berjalan beriringan dengan banyak undang-undang yang menyatakan hal yang demikian.

Sesuai Kebutuhan dan Periode

Di WALHI Lampung, program-program yang dilaksanakan akan disesuaikan dengan periode kepemimpinan.

Di mana satu periode kepemimpinannya berlaku selama empat tahun.

Kini, WALHI Lampung aktif dalam melaksanakan beberapa program sekaligus.

Mulai dari program advokasi lingkungan hidup, dorongan pengakuan dan perlindungan oleh negara terhadap wilayah kelola rakyat, serta berupaya menciptakan kondisi lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, program-program tersebut diaplikasikan ke seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung.

Saat menerima pengaduan, WALHI Lampung segera bertindak cepat.

Organisasi yang usianya tak lagi muda tersebut akan meninjau konflik yang tengah terjadi dan menyusun strategi-strategi advokasi.

Semua persoalan lingkungan hidup dan sumber daya alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak, dapat ditangani oleh WALHI Lampung.

Mulai dari pencemaran sungai, illegal logging, konflik agraria antar masyarakat dengan pemerintah maupun perusahaan, hingga pertambangan.

Perlakuan Khusus

Kegiatan WALHI Lampung. (Dokumentasi WALHI Lampung)

Berbeda kasus, maka berbeda pula penanganannya.

Bahkan di tiap kegiatan advokasi yang dilakukan, memiliki ritme dan kisahnya masing-masing.

Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang masyarakat, persoalan, dan lokasi.

Contoh, ketika terjadi kasus penambangan pasir di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan.

WALHI Lampung mendorong pemerintah provinsi untuk segera menindak tegas.

Saat kasus yang ditangani selesai, WALHI Lampung tak serta-merta lepas tangan.

Jalinan hubungan dengan masyarakat akan selalu dibangun.

Drektur WALHI Lampung Irfan Tri Musri tak menampik, dalam pelaksanaannya banyak dinamika yang terjadi.

Ada yang kooperatif dan tak jarang juga yang tidak.

WALHI Lampung berharap ke depannya seluruh elemen masyarakat, baik, aparat penegak hukum, pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi dengan baik.

Kasus Tak Terpecahkan

Kegiatan WALHI Lampung. (Dokumentasi WALHI Lampung)

Menginjak usia dewasa, WALHI Lampung praktis telah menangani banyak kasus rumit.

Salah satunya yang hingga kini tak terpecahkan adalah konflik antara petani dan PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL) di Tulang Bawang.

Konflik agraria yang sudah ada sejak tahun 90-an tersebut masih belum menemui titik terang.

Respon pemerintah yang kurang baik menjadi alasan utama dibalik tak terselesaikannya kasus tersebut.

Terkadang pula, keinginan dari pemerintah pusat dan daerah juga tak sinkron.

Meski begitu, WALHI Lampung terus berupaya mendorong pemerintah menyelesaikan konflik pertanahan di Provinsi Lampung.

Undang-Undang yang Mengejutkan

Irfan mengaku, saat ini perundang-undangan di Provinsi Lampung yang membahas soal lingkungan hidup sudah cukup baik.

Hanya saja, beberapa waktu lalu ia dan rekan-rekannya dikejutkan dengan revisi UU Minerba yang dianggap mengancam.

Belum lagi adanya UU cipta kerja yang tak kalah meresahkan.

Kedua undang-undang tersebut dipandang berdampak negatif untuk kelangsungan lingkungan hidup dan hajat hidup orang banyak.

Edukasi Masyarakat

Kegiatan WALHI Lampung. (Dokumentasi WALHI Lampung)

Mengusung wacana yang kompleks tentang lingkungan hidup, Irfan mengaku selalu menyempatkan diri mengedukasi masyarakat.

Pengedukasian masyarakat ini juga diwujudkan ketika para anggota WALHI Lampung menjadi pembicara atau narasumber ketika ada kegiatan.

Materi yang diberikan akan disesuaikan dengan objek masyarakatnya.

Jika masyarakat pesisir, maka wacana terkait kebersihan pantai, tidak menebang mangrove, tidak menggunaan bom ikan dan tidak merusak terumbu karang yang akan ditekankan.

Sedangkan masyarakat yang tinggal di area pegunungan, akan diberikan pemahaman terkait teknik-teknik budidaya pertanian, tidak menebang pohon sampai melakukan advokasi mandiri.

Edukasi kepada masyaraka dirasa penting untuk terus dilakukan.

Irfan berargumen, tak lebih dari 30 persen masyarakat Bandar Lampung memahami secara jelas tentang persoalan lingkungan hidup.

Laporan Rutin

Memiliki banyak program yang bermanfaat bagi masyarakat, WALHI Lampung rutin melaporkan perkembangan programnya kepada dewan daerah.

Di rapat yang diadakan 4 kali dalam setahun tersebut, akan dibahas terkait evaluasi dan rencana pelaksanaan program.

Sedangkan untuk pertanggungjawaban, akan dipaparkan setiap tahun dalam forum Konsultasi Daerah Lingkungan Hidup.

Sesuaikan dengan Daerah

Kegiatan WALHI Lampung. (Dokumentasi WALHI Lampung)

Selain di Lampung, WALHI ada di 28 provinsi se-Indonesia.

Terafiliasi secara nasional, tak membuat program-program yang ada di WALHI bergantung pada pusat.

Hal ini dilatarbelakangi kesadaran bahwa masyarakat Indonesia yang tersebar di berbagai daerah memiliki kemajemukan yang tak dapat disamaratakan.

Karena itu pulalah, akhirnya pusat yang menyesuaikan diri dengan permasalahan yang ada di daerah.

Webinar

Menyesuaikan dengan kondisi pandemi, WALHI Lampung kini menyasar diskusi berbasis online (webinar) sebagai upaya yang tepat.

Untuk massanya sendiri, lebih banyak dari mereka yang berdomisili di perkotaan.

Mengingat aksesabilitas yang lebih lancar di Kota Bandar Lampung.

Tema yang diangkat juga beragam, terkait persoalan lingkungan hidup.

Pemateri yang ditunjuk berasal dari anggota WALHI Lampung yang concern di bidang yang sedang dibahas, pemerintahan serta akademisi.

Tak terikat waktu pelaksanaan webinar yang digagas WALHI Lampung.

Bisa berbentuk mingguan maupun bulanan, disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Dalam praktiknya, WALHI Lampung kerap mengadakan kerja sama dengan pihak lain.

Beberapa waktu lalu, kerja sama tersebut digelar bersama dengan AJI Bandar Lampung.

Di sana, anggota WALHI Lampung ditunjuk sebagai moderator dari kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi profesi jurnalis tersebut.

Anggota Lembaga dan Individu

Kegiatan WALHI Lampung. (Dokumentasi WALHI Lampung)

Menariknya, keanggotaan dalam kepengurusan WALHI Lampung, terdiri atas beberapa macam.

Yang pertama, organiasasi yang kini jumlahnya mencapai 13.

Yang kedua, individu, yang kini jumlahnya hanya 1 orang.

Di awal pendiriannya, WALHI Lampung hanya menerima anggota yang berbentuk organisasi.

Namun, seiring berjalannya waktu, untuk bisa menopang orang-orang yang memiliki ketertarikan di bidang lingkungan, maka diadakan keanggotaan berbasis individu.

Sejauh ini tak ada kesulitan dalam mengelola kedua jenis anggotanya.

Sebab, memang banyak yang berdomisili di Bandar Lampung sehingga memudahkan untuk berkoordinasi.

Terbuka

Bagi masyarakat yang berkeinginan untuk menjadi bagian dari WALHI Lampung, terdapat beberapa skema yang bisa diikuti.

Pertama, membuat surat permohoonan.

Kedua, untuk yang berbentuk organisasi, harus berdiri minimal empat tahun dan aktif dalam isu lingkungan hidup, sumber daya alam, dan hak asasi manusia.

Kedua, visi dan misinya tak bertentangan dengan prinsip dan nilai-nilai yang dianut oleh WALHI Lampung.

Ketiga, mendapatkan rekomendasi dari minimal 3 anggota WALHI Lampung.

Yang terakhir, harus bersedia untuk dilakukan verifikasi.

Masifkan Kampanye Peduli Lingkungan, LSC Adakan Pemilihan Duta Lingkungan Sekolah

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Komentar
Tulis komentar Anda...(max 1500 karakter)

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Berita Populer