Sederet Karya Ari Pahala Hutabarat

Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Lampung ini bahkan bergabung ke dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni UKMBS

Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri
Penyair Lampung Ari Pahala Hutabarat. 

Tribunlampungwiki.com, Bandar Lampung - Ari Pahala Hutabarat merupakan seniman senior asal Lampung.

Ia telah menelurkan sejumlah karya.

Simak sederet karya Ari Pahala Hutabarat, penyair asal Lampung.

Ari mengatakan bahwa sastra itu menarik.

"Mudah tapi gak mudah. Berbeda halnya dengan menulis puisi. Karena puisi itu usaha kita mengatakan sesuatu tapi sulit diungkapkan. Banyak sekali sesuatu tersebut yang tidak bisa tersampaikan," kata Ari, Senin (15/8/2022).

Baca juga: Profil Arman AZ, Sastrawan dan Penggiat Budaya Lampung

Ketertarikannya pada puisi sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Tak puas hanya menjadi penikmat, akhirnya ia mencoba mulai menulis puisi.

Ia mengatakan awal menulis puisi melalui buku.

"Sebenarnya menulis sebuah puisi itu hanya dengan modal kertas dan pena sudah bisa jadi puisi," tutur Ari Pahala.

Ari mengatakan, ia sudah mulai intens menulis puisi ketika masuk perguruan tinggi, tepatnya tahun 1993.

Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Lampung ini bahkan bergabung ke dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS).

Sederet karya Ari Pahala

- Kumpulan Puisi di tahun 2022 : Buku Bahagia, Jarah Dusta, Sumur Bapak

- Monolog Sungai-Sungai, Buku Perjalanan, Sungai Bapak 2, Ziarah ke Muasal Luka, Jurnal Kalam, 2007

- Gerimis (Antologi Bersama), Logung Pustaka, 2005

- Perjamuan Senja (Antologi Bersama, DKJ), 2005

- Konser Penyair Ujung Pulau (Antologi Bersama), Dewan Kesenian Lampung, Januari 2003

- Puisi “Perahu Ibu” sebagai 15 Terbaik (Lomba Cipta Puisi oleh Ministry of Culture and Tourism, Republic of Indonesia, 2006)

- Pesta Sastra Internasional TUK (Antologi Bersama), 2003

- Menikam Senja membidik Cakrawala (Antologi Bersama), 1997

- Dari Huma Lada (Antologi Bersama), 1996

- Daun-daun Jatuh Tunas-tunas Tumbuh (Antologi Bersama), 1995

- Puisi, Menangkap Makna Melalui Kata (Radar Lampung, 2007)

- Citraan, Jendela dalam Puisi (Lampung Post, 2007)

Naskah Drama yang Pernah Disutradarai

- Hamlet karya William Shakespeare

- Inspektur Jenderal karya Nikolai Gogol (2004)

- Rashomon karya Ryunosuke Akutagawa (1999 dan 2005)

- Gerr karya Ari Pahala Hutabarat (1996)

- Pinangan karya Anton Chekov (2006)

- Dag Dig Dug karya Ari Pahala Hutabarat (1998)

- Ke karya Ari Pahala Hutabarat (1999)

- Malam Jahanam karya Motinggo Busye

- Kisah Cinta Hari Rabu karya Ari Pahala Hutabarat (2002)

- Wu Wei dan Siapa Nama Aslimu karya Ari Pahala Hutabarat

- Pembacaan Puisi (Lampion Sastra III “Sastra Erotis” (10 November 2006)

- Peserta Ubud Writers & Readers Festival di Bali (2006)

- Pembacaan Puisi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Lampung

- Sajak “Penjaga Palang Kereta, Sungai Bapak, dan Cermin” (Lampung Post, 2 April 2006)

- Sajak “Di Beranda Hari Raya” (Lampung Post, 23 Oktober 2006)

Buku:

- Rekaman Terakhir Beckett tahun 2017.

( Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1660 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved