Profil Ari Pahala Hutabarat, Penyair Berdarah Lampung

Ari Pahala Hutabarat lahir pada 24 Agustus 1975. Ari Pahala Hutabarat saat ini menggeluti dua seni sekaligus, yakni puisi dan teater.

Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri
Profil Ari Pahala Hutabarat, penyair Lampung. 

Tribunlampungwiki.com, Bandar Lampung - Ari Pahala Hutabarat merupakan seorang penyair berdarah Lampung.

Berikut kami sajikan profil Ari Pahala Hutabarat.

Ari Pahala Hutabarat lahir pada 24 Agustus 1975.

Ia saat ini menggeluti dua cabang seni sekaligus, yakni puisi dan teater.

Ari merupakan anak sulung dari empat bersaudara pasangan Arman Hutabarat dan Ringgasui.

Baca juga: Profil Candrawansah, Ketua Bawaslu Bandar Lampung

Ia juga tercatat sebagai alumni FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lampung (Unila).

Saat ditemui Tribunlampungwiki.com di gedung Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila, Ari Pahala menceritakan awal mulai menggemari puisi.

"Kalau ditanya kapan mulai tertarik terhadap dunia sastra, sebenarnya sudah timbul sejak kecil," tutur Ari, Senin (15/8/2022).

"Tetapi kalau mulai menulis, terutama puisi, pada saat berada di bangku SMA. Saya baru benar-benar fokus memperkenalkan tulisan dan fokus sejak kuliah," imbuhnya, 

Ari menempuh pendidikan di SDN Mariana, Palembang sampai kelas 5.

Ari lalu melanjutkan pendidikan dasarnya di SD Terbanggi Agung, Lampung Tengah, hingga lulus pada tahun 1986.

Ia pindah lagi untuk bersekolah di SMP Muhammadiyah 35 Jakarta hingga kelas 2, dilanjutkan di SMP Budaya Kemiling dan lulus pada tahun 1989.

Ia lulus dari SMAN 7 Bandar Lampung pada tahun 1992.

Pada tahun 1993, ia melanjutkan studinya ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unila, tepatnya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan lulus pada tahun 2000.

Fokus di Sastra

Ari Pahala Hutabarat mulai aktif bergelut dalam dunia kesastraan pada awal masuk kuliah.

Ia bergabung dengan UKMBS (Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni) di Universitas Lampung.

Pada 1997, untuk pertama kalinya karyanya dimuat di Lampung Post.

Sejak saat itulah ia semakin produktif menulis puisi.

Puisi-puisinya pernah dimuat di Kompas, Republika, Trans Sumatra, Lampung Post, Media Indonesia, Koran Tempo, Jurnal Kebudayaan Kalam dan Antologi Bersama Gerimis.

"Memang sejak awal sudah ada jiwa seni dan fokus itu saat masuk kuliah," ungkapnya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Ari Pahala Hutabarat benar-benar total berkesenian.

"Orang tua memang jiwa seni, dan lebih memilih puisi, sastra dan teater," tambahnya.

Ia aktif di dalam setiap organisasi seni dan budaya yang ada di Lampung.

Ia juga merupakan salah satu pengurus di Dewan Kesenian Lampung.

Ari Pahala Hutabarat juga bergabung dalam komunitas Berkat Yakin di Taman Budaya Lampung dan bergelut di bidang teater. 

Ari Pahala Hutabarat juga memiliki peran dengan kapasitas sebagai individu pemerhati sastra, yaitu dengan berbagi pengalaman melalui acara-acara kesusastaan dalam bentuk workshop.

Kegiatan-kegiatan tersebut berupa pembedahan sastra, analisis puisi, dan persoalan budaya serta lainnya.

( Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1659 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved