Siswa SMP Lazuardi Haura Bandar Lampung Terapkan Bilingual

Kepala SMP Lazuardi Haura Bandar Lampung Rizky Hesryana mengatakan, sekolah ini menggunakan Kurikulum 2013 berstandar internasional.

Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri
Suasana SMP Lazuardi di Jalan Raden Imba Kesuma, Bandar Lampung. 

Tribunlampungwiki.com, Bandar Lampung - Sejak tahun 2007 Lazuardi GCS menerapkan Cambridge Primary Programme (CPP), khususnya dalam tiga bidang studi, yaitu bahasa Inggris, matematika, dan sains.

Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Lazuardi Haura GCS menjadi sekolah tumbuh.

SMP Lazuardi Haura beralamat di Jalan Raden Imba Kesuma, Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung.

Dalam perjalanannya, tepat pada tahun 2012 dibuka SMP Lazuardi Haura GCS di lokasi baru yang dekat dengan TK dan SD, sehingga bisa dikelola secara  terpadu. 

Baca juga: TK Darma Bangsa Bandar Lampung Terapkan Kurikulum Nasional

Kepala SMP Lazuardi Haura Bandar Lampung Rizky Hesryana mengatakan, sekolah ini menggunakan Kurikulum 2013 berstandar internasional.

Menurut guru yang biasa disapa Kiky ini, materi kurikulum disampaikan melalui kegiatan-kegiatan agar siswa mampu menyerap pembelajaran dengan cepat.

"Sistem pembelajaran di SMP Lazuardi Haura Bandar Lampung disampaikan melalui kegiatan agar siswa lebih semangat saat menerima pembelajaran yang berorientasi interaktivitas, kreativitas dan nuansa fun dengan memanfaatkan sarana belajar dalam ruang dan luar ruang baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah," kata Kiky, Sabtu (16/7/2022).

Selain itu, proses pembelajaran di sekolah ini menekankan pada penyediaan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk kreatif agar mampu secara aktif belajar sendiri dan menemukan sendiri pengetahuan yang diperlukan.

Proses belajar mengajar dirancang berorientasi siswa dan guru berperan sebagai fasilitator.

Lazuardi Haura juga memberikan perhatian khusus, selain pada aspek kognitif (konseptual), juga pada aspek-aspek afektif (emosi dan sikap) dan psikomotorik (praktik dan pembiasaan).

Hal ini tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran, melainkan juga pada penilaian (assessment) atas pencapaian siswa.

Melayani berbagai modalitas belajar, baik auditori, visual maupun konkret kinestetik.

Tanpa mengurangi disiplin, guru diharapkan bersikap sedemokratis mungkin serta membangun harga diri dan kepercayaan diri siswa.

Kurikulum dirancang berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Diknas yang telah dimodifikasi.

Pemberian penekanan khusus pada pengajaran agama yang berorientasi budi pekerti, pengembangan kemampuan berbahasa, serta keterampilan di bidang teknologi informasi.

Menerapkan sistem bilingual (penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia) dalam proses belajar mengajar.

Program pengayaan yang merupakan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dikemas dalam unit aktivitas dan klub-klub yang meliputi pengayaan komputer, bahasa Inggris, musik, vokalia, melukis, renang, bela diri, fun lab dan lain-lain.

"Dalam menyelenggarakan kegiatannya, Lazuardi Haura berupaya keras memanfaatkan temuan-temuan mutakhir di bidang pendidikan, seperti paradigma Multiple Intelegences, dan pembelajaran kontekstual (Contextual Learning) atau Active Learning kesemuanya itu diselenggarakan dalam suasana nyaman, ramah, akrab lingkungan dan menyenangkan," tambahnya.

Setiap anak adalah pribadi yang unik dan memiliki potensi kecerdasan majemuk (multiple intelligences).

Anak lebih cepat belajar di tengah lingkungan teman sebayanya (peer group).

Kreativitas dan kepercayaan diri anak lahir dari suasana belajar yang menyenangkan, ramah, penuh kasih sayang, kontekstual, bersifat praktik (hands-on) dan mengaktifkan kemampuan berpikir (brain-based).

Lingkungannya merupakan laboratorium belajar yang tak terbatas.

Keberhasilan pembelajaran hanya dapat dicapai jika ada kerja sama yang baik antara guru/sekolah, orang tua dan masyarakat secara keseluruhan.

( Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1613 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved