Masjid Jami Al-Yaqin Bandar Lampung Pernah Jadi Basis Perlawanan Penjajah

Keberadaan masjid Jami Al Yaqin sejak 1912 diyakini sebagai cikal bakal pusat kegiatan umat, bahkan pernah menjadi basis perlawanan terhadap penjajah.

Tribunlampungwiki.com / Resky ms
Ilustrasi. Keberadaan masjid Jami Al Yaqin sejak 1912 diyakini sebagai cikal bakal pusat kegiatan umat 

Tribunlampungwiki.com, Bandar Lampung - Masjid Jami Al-Yaqin Bandar Lampung menjadi basis perlawanan terhadap penjajah.

Keberadaan Masjid Jami Al-Yaqin sejak 1912 diyakini sebagai cikal bakal pusat kegiatan umat.

Bukan hanya dalam syiar agama, melainkan sebagai wadah kekuatan dalam menentang Belanda.

Menurut Ustaz Rahmat Nur mengatakan memang benar Masjid Jami Al-Yaqin dahulunya menjadi basis perlawanan terhadap penjajah Belanda.

"Kalau ceritanya dahulu terdapat salah satu tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan syiar dan perjuangan di masjid ini yaitu K.H Ali Tasim," jelas Rahmat, Jumat, (25/3/2022).

Baca juga: Masjid Jami Al-Yaqin Masjid Tertua Bandar Lampung, Dipindah dengan Cara Digotong di Tahun 1912

Baca juga: Masjid Tawakkal Way Dadi Gelar Buka Puasa Bersama Selama Ramadan 2022

Ali Tahsum merupakan salah satu santri K.H Gholib dan ia juga merupakan panglima Hizbullah Tanjungkarang pada masa agresi Belanda tahun 1946.

Pergerakan Hizbullah yang merupakan perkumpulan penentang penjajahan bernuansa Islam tersebut merupakan salah satu kelompok yang paling sering terlibat bentrok dengan penjajah.

Seiring semakin kuatnya persatuan umat muslim saat itu, pada agresi militer Belanda II Tahun 1948 pejuang di Masjid Jami Al-Yaqin bertahan.

Walaupun dahulunya sempat bubar akibat serangan Belanda yang menggunakan senjata canggih, ulama bersama umat akhirnya mampu mempertahankan markasnya.

Masjid yang memiliki nama Enggal Perdana ini terus melakukan kegiatan umat Islam seperti pengajian.

Kegiatan tersbeutlah yang menjadi wadah perkumpulan umat muslim untuk bersatu melawan penjajah.

( Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1513 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved