Sejarah Singkat Masjid Jami Al-Ishlah Bandar Lampung, Usung Ornamen Lampung

Masjid Jami Al-Ishlah yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk, Nomor 14, Kedamaian, masjid yang memiliki ornamen unik khas Lampung

Tribunlampungwiki.com / Resky ms
Masjid Jami Al-Ishlah yang memiliki ornamen unik khas Lampung. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Berikut sejarah singkat masjid Jami Al-Ishlah merupakan satu di antara masjid unik yang ada di Lampung.

Masjid Jami Al-Ishlah yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk, Nomor 14, Kedamaian, masjid yang memiliki ornamen unik khas Lampung.
 
Pengurus Masjid Jami Al-Ishlah, Amimardani, mengungkapkan berdirinya masjid ini sudah sejak tahun 1500-an.
 
"Kalau dilihat sejarahnya awal berdirinya kampung ini tahun 1600-an dan masjid ini sudah ada, jadi dapat disimpulkan kurang lebih masjid ini berdiri tahun 1500an," kata Amimardani, Jumat, (18/3/2022).
 
Awalnya bangunan masjid masih menggunakan kayu papan sebagai dindingnya.

Baca juga: Masjid Al Huda Sukarame Adakan Program Ramadan Tausiah Selama Bulan Puasa

Baca juga: Sejarah Masjid Al Huda, Dikenal Sebagai Masjid Tertua di Sukarame

Namun, seiring perkembangan zaman, masjid unik ini mulai direnovasi dengan menggunakan dinding batu bata.

"Tepat pada tahun 2014 ada program pemerintah kota untuk membangun masjid ornamen Lampung dengan bantuan Rp 600 juta, sehingga masjid ini melakukan renovasi," tambahnya, (18/3/2022).

Bangunan masjid tersebut dirancang sedemikian rupa sesuai dengan sentuhan budaya Lampung.

Mulai dari bagian depan, masjid tersebut sangat kental dengan sentuhan etnis Lampung pada bagian-bagian eksteriornya.

Dengan warna merah keunguan yang cerah dan mencolok mendominasi tempat ibadah umat muslim satu ini.

Hal tersebut menjadikan sebuah keunikan yang pastinya tidak dapat kita temui di masjid-masjid lainnya.

Masjid yang disangga dengan delapan tiang setinggi dua lantai ini memiliki bentuk yang berbeda dengan masjid pada umumnya.

Baca juga: Sejarah Masjid Al Abror, Tempat Berkumpulnya Para Pejuang Laskar Hizbullah Melawan Penjajah

Baca juga: Ramadan 2022, Masjid Hafshatul Iman Bandar Lampung Gelar Buka Bersama

Masjid yang memiliki ketinggian bangunan 13 meter, dilengkapi dengan menara setinggi 18 meter dari permukaan tanah.

Pahatan ornamen lampung di atas batu membentuk gaya etnik, seperti pucuk rebung, perahu jukung, hingga payung pengantin mewarnai tempat ini.

Simbol-simbol khas budaya Lampung tersebut diimplementasikan hampir ke seluruh bangunan masjid.

Terlihat mulai dari tembok, menara, ukiran jendela, sampai tempat wudhu, berhiaskan tapis, siger, dan payung khas Lampung.

Mengusung nama Masjid Jami Al-Ishlah, ternyata mengandung makna yang sama dengan nama daerahnya, yakni Kedamaian.

"Jami kan artinya besar tempat berkumpul, Ishlah artinya kedamaian, jadi tempat berkumpulnya orang-orang yang damai," jelasnya.

Masjid kebanggan masyarakat Lampung ini memiliki luas 600 meter persegi.

Dari spesifikasi tersebut, Masjid Jami Al-Ishlah mampu menapung hingga 700 jamaah.

Bangunannya terdiri dari 2 lantai.

Lantai satu digunakan untuk ruang ibadah utama.

Sedangkan lantai 2 ditujukan untuk tempat pengajian ibu-ibu dan anak-anak.

Baca juga: Masjid Hafshatul Iman Adakan Kegiatan Rutin Tafsir Al Quran hingga Kajian Tasawuf

Baca juga: Sejarah Masjid Hafshatul Iman Bandar Lampung, Bermula dari Mushola Tahun 1998

Aktivitas yang dilakukan di masjid ini mulai dari pengajian ibu-ibu biasanya tiap Jumat.

Adapun aktivitas lainnya setiap hari masjid Jami Al-Ishlah untuk anak-anak belajar mengaji.

( Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1505 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved