Keunikan Masjid Jami Al-Ishlah yang Berornamen Khas Lampung

Masjid yang menampakkan ciri khas budaya Lampung seperti ornamen Tapis, Siger, Payung Khas Lampung sebagai keunikan masjid Jami Al-Ishlah

Tribunlampungwiki.com / Resky ms
Ilustrasi. Masjid yang menampakkan ciri khas budaya Lampung seperti ornamen Tapis, Siger, Payung Khas Lampung sebagai keunikan masjid Jami Al-Ishlah 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Masjid Jami Al-Ishlah merupakan masjid berornamen khas Lampung yang terletak di Kedamaian Bandar Lampung.

Saat ini belum banyak masjid yang menggunakan sentuhan budaya Lampung, umumnya tempat ibadah banyak menggunakan unsur simbol dari Timur Tengah dengan sentuhan kaligrafi yang kental dengan nuansa ke-Islaman.

Kondisi tersebut berbeda dengan di Masjid Jami Al-Ishlah justru kental dengan sentuhan budaya Lampung.

Masjid yang berdiri di atas tanah seluas 700 meter persegi, memiliki arsitekturnya yang cukup unik yang terletak di Jalan Ratu Balau No. 14, Dusun Tiyuh Kedamaian, Bandar Lampung.

Bangunan masjid tersebut dirancang sedemikian rupa sesuai dengan sentuhan budaya Lampung.

Baca juga: Sejarah Singkat Masjid Jami Al-Ishlah Bandar Lampung, Usung Ornamen Lampung

Baca juga: Masjid Al Huda Sukarame Adakan Program Ramadan Tausiah Selama Bulan Puasa

Mulai dari bagian depan, masjid tersebut sangat kental dengan sentuhan etnis Lampung pada bagian-bagian eksteriornya.

Masjid yang menampakkan ciri khas budaya Lampung seperti ornamen Tapis, Siger, Payung Khas Lampung sebagai keunikan masjid yang berlokasi di Kampung Cagar Budaya ini.

Pengurus Masjid Jami Al-Ishlah, Amimardani mengungkapkan berdirinya masjid ini sudah sejak tahun 1600-an.

Kala itu, bangunannya masih menggunakan kayu papan sebagai dindingnya.

Namun, seiring perkembangan zaman, masjid unik ini mulai direnovasi dengan menggunakan dinding batu bata.

Perbaikan terus dilakukan lewat bantuan dari pemerintah kota yang jumlahnya mencapai Rp 600 juta.

"Itu resmi awal pemugarannya dari 2014 silam," ucap Amimardani, (18/2/2022).

Baca juga: Sejarah Masjid Al Huda, Dikenal Sebagai Masjid Tertua di Sukarame

Baca juga: Sejarah Masjid Al Abror, Tempat Berkumpulnya Para Pejuang Laskar Hizbullah Melawan Penjajah

Bantuan tersebut terus berjalan yang hingga kini sudah menghabiskan hampir Rp 2,5 milyar.

Juga tidak luput bantuan dari warga asli Kedamaian yang telah sukses di perantauan.

Satu di antaranya adalah Kapolda Banten, Irjen Tomsi Tohir Balau.

Beliau rutin memberikan dana Rp 20 juta setiap bulannya pada masa pembangunan masjid.

Meski demikian, masjid berornamen khas Lampung ini belum sepenuhnya selesai.

Masih ada penambahan tulisan Masjid Jami Al-Ishlah dan Asmaul Husna di dinding depan masjid.

( Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1506 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved