Sejarah Masjid Al Abror, Tempat Berkumpulnya Para Pejuang Laskar Hizbullah Melawan Penjajah

Masjid Al Abror beralamat di Jalan Pemuda, Sawah Lama, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung tepat disamping Chandra store Bandar Lampung

Tribunlampungwiki.com / Resky ms
Ilustrasi. Tak disangka Masjid Al Abror Bandar Lampung yang merupakan masjid tertua di Lampung menyimpan sejarah panjang perjuangan melawan penjajah. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Siapa tak menyangka Masjid Al Abror Bandar Lampung yang merupakan masjid tertua di Lampung menyimpan sejarah panjang perjuangan melawan penjajah.

Berikut sejarah singkat masjid Al Abror Bandar Lampung yang merupakan saksi bisu perang melawan penjajah.

Masjid Al Abror beralamat di Jalan Pemuda, Sawah Lama, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung tepat disamping Chandra store Bandar Lampung.

Masjid Al Abror dibangun pada tahun 1912 dan sudah tiga kali mengalami pemugaran dan merupakan salah satu masjid tertua setelah masjid Jami Al Anwar yang berada di Teluk Betung.

Awalnya masjid ini berbentuk surau yang diwakafkan dari Abib Ali yang mana keluarganya merupakan tokoh aneka.

Baca juga: Ramadan 2022, Masjid Hafshatul Iman Bandar Lampung Gelar Buka Bersama

Baca juga: Masjid Hafshatul Iman Adakan Kegiatan Rutin Tafsir Al Quran hingga Kajian Tasawuf

Masjid tempat berkumpulnya para pejuang dahulu ini menyimpan banyak sekali sejarah unik pada masa kemerdekaan.

Uniknya masjid bernuansa semi Eropa dan Arab ini ternyata merupakan masjid markas tempat berkumpulnya para pejuang Laskar Hizbullah untuk melawan penjajah.

Ismail Abdullah merupakan kepengurusan Masjid Al Abror menjelaskan bahwa masjid ini merupakan masjid yang menyimpan banyak sejarah dan banyak sekali peninggalan yang masih dapat terlihat oleh para jamaah.

"Ini merupakan contoh peninggalan para pejuang dahulu yaitu bedug dan jam peninggalan masa Belanda," kata Ismail, Kamis, (10/3/2022).

Bedug tersebut diketahui sudah berada cukup lama di tahun 1980-an hanya saja pengurus masjid Al Abror merubah cat warna awal bedug tersebut.

Adapun jam peninggalan masjid Al Abror tersebut memang tampak tua, terlihat dari ukiran dan bentuk jam tersebut.

"Jam ini terbilang sudah cukup lama karena pada saat pembangunan pertama masjid ini jam tersebut sudah ada, untuk jelaskan sekitaran tahun 70-an,"tambahnya.

Baca juga: Sejarah Masjid Hafshatul Iman Bandar Lampung, Bermula dari Mushola Tahun 1998

Baca juga: Masjid Ad-Dua Rencanakan Kegiatan Buka Bersama dengan Musafir Selama Ramadan 2022

Melihat dari konsep masjid Al Abror ini menggunakan konsep bangunan tahan gempa.

Hal tersebut terjadi lantaran gempa di Liwa yang cukup berpengaruh pada kondisi masjid, maka konstruksinya masjid pun diubah menjadi bangunan tahan gempa. 

Terlihat juga bahwa Masjid Al Abror ini mengangkat nuansa semi Eropa Arab, salah satunya terlihat dari tangga dalam yang berada di sebelah sisi kanan dan kiri.

Masjid 2 lantai tersebut dikhususkan untuk jamaah wanita sedangkan bagian bawah jamaah laki-laki.

Namun saat ini lantai atas tidak banyak digunakan mengingat jamaah selama pandemi ini berkurang cukup banyak.

Lantai dua tersebut digunakan kembali saat ada hari besar atau untuk aktifitas anak-anak yang akan belajar mengaji. 

( Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1502 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved