Masjid Jami Al Anwar Sebagai Tempat Markas Pejuang Kemerdekaan di Lampung

Masjid ini dahulunya dijadikan sebagai tempat berdiskusi para ulama untuk mengatur strategi perjuangan

Tribunlampungwiki.com / Resky ms
Masjid Jami Al Anwar Bandar Lampung tempat diskusi ulama saat perjuangan. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Masjid Jami Al Anwar Bandar Lampung bukan hanya menjadi masjid tertua di Lampung melainkan tempat masyarakat belajar mengaji sejak dahulu, selain itu masjid ini juga dikenal sebagai markas para pejuang kemerdekaan di Lampung.

Masjid ini dahulunya dijadikan sebagai tempat berdiskusi para ulama untuk mengatur strategi perjuangan.

Menurut Rusdi selaku kepengurusan Masjid Jami Al Anwar dahulunya sering dijadikan tempat singgah dan menginap para peziarah luar pulau terutama dari Jawa.

Namun tampak terlihat juga saat ini masih banyak pedagang yang singgah di masjid ini.

Cerita heroik kaum pejuang kemerdekaan rakyat Lampung itu, kini mungkin terlupakan atau hilang dalam ingatan sebagian besar masyarakat Lampung.

Baca juga: Masjid Jami Al Anwar, Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam Pertama di Lampung

Namun, yang pasti bahwa Masjid Al Anwar menjadi saksi bisu dalam sejarah pergerakan rakyat Lampung tidak mungkin tergilas oleh perkembangan zaman.

Sejak awal berdirinya, Masjid Al Anwar selalu menjadi tempat mengatur strategi perjuangan.

Pertemuan antar pejuang dan ulama serta masyarakat kerap berlangsung di masjid seusai shalat atau pengajian.

Perjuangan yang berbasis di masjid ini terdiri atas sejumlah tokoh dan ulama.

Di antaranya Haji Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kapteri Subroto, Kiai Haji Nawawi, dan Kiai Haji Thoha (keduanya ulama asal Palembang).

Ulama, pejuang, dan masyarakat bahu membahu mempertahankan Tanah Air yang dikenal dengan Bumi Rui Jurai dari cengkeraman penjajah Belanda.

Perjuangan yang berlandaskan agama ini terus berkobar hingga Indonesia merdeka.

Baca juga: Mengetahui Bukti Peninggalan Bersejarah di Masjid Jami Al Anwar Bandar Lampung

Memasuki masa prakemerdekaan, Rusdi menjelaskan bahwa Masjid Jami Al-Anwar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga titik pertemuan antara para pejuang daerah dengan anggota TNI, guna menyusun kekuatan dan strategi melawan penjajahan.

"Tapi ini bukan pangkalan militer dan hanya tempat bincang-bincang karena antar sesama muslim yang melaksanakan salat berjamaah di masjid. Maka otomatis setelah melaksanakan ibadah berjamaah," kata Rusdi, Selasa, (2/3/2022).

Bahkan, Masjid Jami Al-Anwar ikut melahirkan dua basis perjuangan tanah air yaitu, Sabilillah dan Hizbullah, seiring deklarasi Resolusi Jihad yang digagas oleh tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy'ari pada 1945. Itu sebagai bentuk perlawanan mempertahankan kemerdekaan.

( Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri )

 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1495 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved