Sosok Seno Gumira Ajidarma, Sastrawan Indonesia

Penulis yang pernah menggunakan nama pena Mira Sato ini lahir di Boston, Amerika Serikat pada, 19 Juni 1958

Tribunnews.com
Sosok Seno Gumira Ajidarma 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Sosok Seno Gumira Ajidarma merupakan penulis, wartawan, dan sastrawan Indonesia.

Penulis yang pernah menggunakan nama pena Mira Sato ini lahir di Boston, Amerika Serikat pada, 19 Juni 1958.

Walau lahir di Amerika Serikat, namun ia dibesarkan di Yogyakarta.

Baca juga: Profil Abdur Arsyad, Artis dan Komika Indonesia

Baca juga: Profil Laura Anna, Selebgram yang Merupakan Mantan Kekasih Gaga Muhammad

Ia adalah putra yang lahir dari pasangan MSA Sastroamidjojo dan Poestika Kusuma Sujana.

Ayahnya merupakan guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, sedangkan ibunya dokter spesialis penyakit dalam.

Meski begitu, ia lebih memilih jalannya sendiri dengan menjadi penulis dan wartawan daripada mengikuti jejak kedua orang tuanya.

Pada 1981 ia mempersunting Ikke Susilowati untuk dijadikan istri.

Dari pernikahannya itu ia dikarunia seorang anak bernama Timur Angin.

Karier

Baca juga: Biodata Oded M Danial, Wali Kota Bandung yang Meninggal Dunia Saat Mengisi Khatib Salat Jumat

Baca juga: Profil Lala Widy, Penyanyi Berkebangsaan Indonesia

Seno Gumira Ajidarma mengawali kariernya dengan bergabung bersama rombongan sandiwara Teater Alam pimpinan Azwar A.N.

Berawal dari dunia teater, Seno kemudian masuk ke dunia sastra.

Karyanya yang pertama berbentuk puisi dimuat dalam rubrik "Puisi Lugu" dalam majalah Aktuil, asuhan Remy Sylado.

Setelah itu Seno menulis cerpen dan esai.

Cerpennya yang pertama Sketsa dalam Satu Hari dimuat dalam surat kabar Berita Nasional Tahun 1976. Esainya yang pertama dimuat dalam harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta.

Selain itu juga telah menulis berbagai judul buku seperti Dunia Sukab, Mati Mati Mati, Bayi Mati, Sepotong Senja Untuk Pacarku, dan masih banyak lagi.

Sedangkan kariernya sebagai wartawan ia mulai dengan menjadi pembantu lepas harian Merdeka pada 1977.

Setelah itu ia ia bekerja di majalah kampus Cikini.

Pada 1980 ia didapuk menjadi pimpinan redaksi Sinema Indonesia.

Tidak hanya itu, pada 1983-1984 ia pernah menjabat sebagai redaktur mingguan Zaman.

Karya Tulis

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1383 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved