Profil Irfan Amalee, Pendiri Peace Generation

Irfan Amalee lahir pada 28 Februari 1977 di Bandung, Jawa Barat, ia merupakan pendiri dari Peace Generation

kompas.com
Profil Irfan Amalee 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Profil Irfan Amalee adalah pendiri dari Peace Generation.

Nama Irfan Amalee dikenal sebagai tokoh perdamaian.

Ia telah menyuarakan isu-isu anti kekerasan sejak tahun 1998.

Baca juga: Sosok Mayjen TNI Achmad Marzuki, Asisten Teritorial Kepala Staf AD

Baca juga: Biodata Muhammad Syahrial, Mantan Wali Kota Tanjungbalai

Bersama Peace Generation, ia mengkampanyekan perdamaian dengan cara-cara yang lebih kreatif.

Dalam mendirikan Peace Generation, Irfan tidak sendirian.

Ia bersama dengan Eric Lincoln, pria berkebangsaan Amerika.

Eric adalah guru Bahasa Inggris di Penerbit Mizan. Pada saat itu, Irfan bekerja sebagai editor di Mizan.

Ia membidangi divisi anak dan remaja. Bahkan, kemudian ia dipercaya sebagai CEO Pelangi Mizan.

Awalnya, Irfan mengatakan kebenciannya terhadap Amerika, negara asal Eric.

Baca juga: Profil Jane Callista, Penyanyi Muda Indonesia

Baca juga: Sosok Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa, Danjen Kopassus

Irfan menganggap Amerika adalah biang kerusakan di muka bumi.

Karena kebencian itu, Eric menuduh Irfan sebagai seorang Taliban.

Namun, karena sering interaksi, mereka berdua justru menjadi bisa memahami satu sama lain.

Mereka menyadari bahwa konflik bisa jadi disebabkan oleh prasangka, seperti yang sedang mereka alami.

Mereka berdua kemudian berkomitmen untuk menerbitkan buku-buku pendidikan perdamaian.

Pada saat itu, media edukasi pendidikan perdamaian dan antikekerasan berbahasa Indonesia masih sulit ditemui.

Kemudian, pada tahun 2007 mereka berdua berkomitmen untuk mendirikan lembaga bernama Peace Generation, sebuah lembaga yang membesarkan nama Irfan Amalee dan Eric Lincoln.

Pendidikan

Ia lahir pada 28 Februari 1977 di Bandung, Jawa Barat.

Sejak kecil, Irfan sudah merasakan kehidupan yang majemuk.

Ia bertetangga dengan orang keturunan Tionghoa, Flores, Batak, dan Jawa.

Sementara ia sendiri adalah asli Sunda.

Ia menghabiskan masa kecil dengan bermain tanpa memandang latar belakang apapun.

Namun, menginjak usia remaja, ketika semakin mendalami agama Islam, ia justru merasa semakin berjarak dengan kawan-kawannya dulu.

Irfan tumbuh dalam pendidikan keagamaan yang konsevatif.

Ia disiapkan oleh keluarganya untuk menjadi agamawan.

Maka, pada tahun 1996, ia disekolahkan di Pondok Pesantren Darul Arqam Garut.

Di pesantren tersebut, minat Irfanterhadap dunia literasi mulai tumbuh.

Tidak hanya belajar ilmu agama, ia juga aktif di dunia jurnalistik dan organisasiI katan Remaja Muhammadiyah (kini menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah).

Di organisasi tersebut, Irfan aktif hingga dipercaya sebagai Ketua Bidang Advokasi Pimpinan Pusat IRM pada tahun 1998-2000.

Setelah dari Garut, ia melanjutkan pendidikan di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tahun 1996-2000.

Selama aktif di PP IRM, pandangannya sudah berubah.

Ia mempelopori pendirian gerakan Studi Refleksi Aktif Antikekerasan (RETAS).

RETAS adalah salah satu gerakan IRM yang cukup berkesan bagi banyak orang.

Peace Generation

Diketahui ia telah melakukan ratusan training di berbagai daerah dengan metode yang unik.

Bahkan, keberadaan Peace Generation telah dirasakan oleh orang-orang Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Awalnya, tahun 2007, ia mentraining 30 orang dari berbagai daerah.

30 orang tersebut kemudian kembali ke daerah masing-masing dan melakukan training yang telah diajarkan oleh Irfan dan Eric.

Orang-orang yang mengkampanyekan perdamaian bersama Peace Generation disebut dengan Agent of Peace (AoP).

Kini, Peace Generation telah memiliki beberapa boardgame.

Beberapa boardgame tersebut antara lain Galaxy Obscurio dan The Rampung.

Peserta Training Peace Generation bermain Boardgame
Dua boardgame di atas secara tidak langsung mampu menanamkan nilai-nilai perdamaian terhadap pemainnya.

Irfan juga mendirikan Peacesantren Welas Asih (PWA) di Desa Sukarasa, Semarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pesantren ini adalah salah satu Pesantren yang unik di Indonesia.

Di PWA, santri belajar berbasis proyek untuk memecahkan masalah kehidupan nyata (project/problem based learning).

Penghargaan

Berkat konsistensinya mengkampanyekan gerakan perdamaian, Irfan diganjar dengan beberapa penghargaan, yaitu:

International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Communication Award 2009 dari British Council

Alumni Australia Award

Kick Andy Heroes

500 Most Influental Muslim dari Royal Institute for Islamic Studies Amman, Yordania.

Wirausaha Muda Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2012.

Top 6 ASEAN Social Impact Award 2017, dan lain-lain.

Baca juga: Sosok Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa, Danjen Kopassus

Baca juga: Sosok Mayjen TNI Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com, dengan judul Irfan Amalee

( Tribunlampungwiki / Resky Mertarega Saputri )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1339 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved