Biodata Oemar Said Tjokroaminoto, Tokoh Nasionalis Indonesia

Tjokroaminoto adalah sosok  tokoh nasionalis Indonesia, ia menuliskan kritik untuk pemerintah Hindia Belanda di dalam Bintang Soerabaja

grid.id
Biodata Oemar Said Tjokroaminoto 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Biodata Oemar Said Tjokroaminoto, tokoh nasionalis Indonesia.

Tjokroaminoto dijuluki Raja Jawa tanpa Mahkota.

Dalam perjalanan hidupnya, Tjokroaminoto pernah mengkritik pemerintah Hindia Belanda melalui tulisan di Bintang Soerabaja.

Baca juga: Nabila Maharani Ingin Ubah Pandangan Orang Terkait Olahraga Tinju

Baca juga: Jelang PON XX Papua, Nabila Maharani Latihan Selama 2 Jam Lebih

Tulisannya pun banyak diminati, namun hal ini akan menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah Hindia Belanda.

Tulisan Tjokroaminoto ini dianggap sebagai propaganda di seluruh surat kabar dan ancaman bagi pemerintah Hindia Belanda.

Sejak itu, ia dikenal sebagai sosok organisasi pergerakan yang berani melawan Hindia Belanda.

Ia juga menjadi salah satu pelopor gerakan serikat buruh di Indonesia.

Tjokroaminoto adalah pencetus ide politik yang kemudian melahirkan berbagai ideologi bangsa Indonesia saat itu.

Tjokroaminoto juga berstatus menjadi guru yang mengajarkan santri di rumah sendiri, seperti Semaun, Alimin, Musso, Sukarno, Kartosuwiryo, bahkan Tan Malaka.

Baca juga: Biodata Abdullah Idrus, Sastrawan Indonesia yang Dijuluki Pelopor Prosa

Baca juga: Atlet Judo Lampung Manfaatkan Waktu Maksimal Berlatih Hadapi PON XX Papua

Bahkan, ia juga merupakan salah satu pelopor gerakan buruh di Indonesia sekaligus guru dari beberapa tokoh ternama, salah satunya Soekarno.

Tidak hanya itu, Tjokroaminoto juga menjabat sebagai pemimpin dari organisasi politik pertama Indonesia yang didirikan oleh Haji Samanhudi, yaitu organisasi Serekat Dagang Islam atau Sarekat Islam.

Kehidupan Pribadi

Tjokroaminoto putra ke kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Tjokroamiseni, salah seorang pejabat wedana Kleco, Magetan pada saat itu.

Kakeknya bernama R.M. Adipati Tjokronegoro, seorang Bupati Ponorogo.

Sedangkan, mertuanya bernama R.M. Mangoensoemo yang merupakan wakil bupati Ponorogo.

Beliau adalah keturunan langsung dari Kiai Ageng Hasan Besari dari Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo.

Tjokroaminoto menempuh pendidikan di sekolah pamong praja di Magelang.

Setelah lulus, ia melanjutkan bekerja sebagai juru tulis patih di Ngawi.

Tiga tahun kemudian, ia pindah dan menetap di Surabaya pada 1906.

Di Surabaya, Tjokroaminoto juga bekerja sebagai juru tulis di firma Inggris Kooy & Co.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1137 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved