Biodata Tan Malaka, Sosok Pahlawan Nasional Indonesia dan Ketua PKI

Biodata Tan Malaka adalah pahlawan Nasional Indonesia sekaligus ketua Partai Komunis Indonesia tahun 1921

kuyou.id
Biodata Tan Malaka 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Biodata Tan Malaka adalah Pahlawan Nasional Indonesia sekaligus ketua Partai Komunis Indonesia tahun 1921.

Tahun 1921, Tan Malaka diangkat menjadi ketua Partai Komunis Indonesia (PKI).

Akibat aktivitas politiknya itu, setahun kemudian Pemerintah Hindia Belanda mengusirnya dari Indonesia.

Baca juga: Profil Nabila Maharani, Petinju Wanita Asal Lampung yang Ikut PON XX Papua

Baca juga: Biodata Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia Ke-8

Kemudian, Tan Malaka memutuskan kembali ke Belanda dan bergabung dengan Partai Komunis di sana.

Tan Malaka lahir Juni 1897 di Kabupaten Suliki, Sumatera Barat.

Ia waktu kecil diberi nama Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka.

Masa kecil Tan Malaka sangat erat dengan agama, bahkan ia juga termasuk seorang bangsawan yang tinggal di Surau dan Mengha.

Sejak remaja, Tan Malaka sudah memiliki benih-benih pejuang karena ia kerap mengkritik perlakuan sewenang-wenang Belanda.

Tan Malaka berpendidikan di Bukit Tinggi, tetapi ia pindah ke Belanda karena dinasihati gurunya untuk bersekolah di sana selama enam tahun.

Baca juga: Profil Moehammad Jasin Merupakan Tokoh Pejuang yang Berasal dari Militer Indonesia

Baca juga: Profil Sarwo Edhie Wibowo Sosok Tokoh Letjen TNI yang Menumpaskan Gerakan September 1965

Di Belanda, Tan Malaka larut dalam gerakan kaum kiri.

Ia tertarik dengan Revolusi Oktober di Rusia dan suka membaca buku Marxis.

Tahun 1919, Tan Malaka kembali ke Indonesia, dari Sumatera kemudian ke Jawa.

Saat di Jawa, ia diminta Semaun untuk membuka sekolah di Semarang.

Karier

Pada tahun 1923, Tan Malaka menghadiri Kongres IV Komintern, Aosiasi Komunis Internasional di Moskow.

Saat itu, ia mengkritik sikap Komintern yang anti Pan-Islamisme.

Ia menuntut agar kaum komunis mau bekerja sama dengan kelompok-kelompok muslim.

Kamudian Tan Malaka diangkat oleh Komintern sebagai wakil Komintern untuk wilayah Asia Tenggara dan bermakas di Kanton, Cina.

Pada tahun 1925, ia di pindahkan ke Manila sehingga hubungannya dengan kawan-kawan PKI di Indonesia semakin renggang.

Selain itu, Tan Malaka juga sering bersilang pendapat dengan para pemimpin PKI.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved