Sosok Sidik Kertapati, Seorang Pejuang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pasca terjadinya Gerakan 30 September 1965 atau G30S, Sidik ikut terkena imbasnya, Ia menjadi eksil selama puluhan tahun dan tinggal di Belanda

Tribunnews.com
Sosok Sidik Kertapati 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Sosok Sidik Kertapati adalah seorang pejuang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang menjadi eksil setelah peristiwa G30S/PKI.

Pasca terjadinya Gerakan 30 September 1965 atau G30S, Sidik ikut terkena imbasnya.

Hal ini lantaran aktivitas politiknya di Barisan Tani Indonesia (BTI) berkaitan dengan PKI.

Baca juga: Profil Nabila Maharani, Petinju Wanita Asal Lampung yang Ikut PON XX Papua

Baca juga: Biodata Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia Ke-8

Ia pun menjadi eksil selama puluhan tahun dan tinggal di Belanda.

Pilihan meninggalkan Indonesia ia lakukan untuk menghindari penangkapan pada masa Orde Baru.

Akibatnya, ia juga harus berpisah dengan istrinya, Siti Rukiah.

Sidik baru bisa kembali ke Indonesia pada 2002 dengan dibantu para mahasiswa.

Pada 12 Agustus 2007 ia meninggal dunia di usia 87 tahun.

Ia meninggal masih dalam status kewarganegaraan Belanda. 

Baca juga: Profil Moehammad Jasin Merupakan Tokoh Pejuang yang Berasal dari Militer Indonesia

Baca juga: Profil Sarwo Edhie Wibowo Sosok Tokoh Letjen TNI yang Menumpaskan Gerakan September 1965

Sidik lahir di Klungkung Selatan, Bali, pada 1920.

Sejak muda ia sudah hidup bersama dengan rakyat kecil pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan Jepang.

Oleh karena itu, ia mengetahui nasib rakyat kecil tersebut pada masa itu.

Kepeduliannya itu membawanya aktif dalam gerakan-gerakan pemuda dalam melawan penjajah.

Organisasi pergerakan yang ia ikuti seperti Pusat Tenaga Rakyat (Putera), Angkatan Pemuda Indonesia (API), dan Gerakan Indonesia Merdeka (Gerindom).

Di Gerindom ia menjabat sebagai Dewan Eksekutif sehingga memiliki posisi yang bisa menggerakkan massa.

Melalui Gerindom itu pula ia mulai membangun gerakan bawah tanah bersama pemuda revolusioner antifasis dengan massa tani, buruh, mahasiswa, pegawai kantor, dan angkatan bersenjata.

Tokoh muda lain di Gerindom yang bersinar adalah Chaerul Saleh dan Wikana.

Selain itu, ia juga terlibat dalam persiapan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Proklamasi

Menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945, Sidik bergabung dalam organisasi Angkatan Pemuda Indonesia (API).

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Alec Baldwin

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved