Profil Moehammad Jasin Merupakan Tokoh Pejuang yang Berasal dari Militer Indonesia

Ketika Moehammad Jasin menjabat Pangdam I/Iskandar Muda di Aceh pada tahun 1960, ia berperanan besar dalam menciptakan perdamaian antara Pemerintah RI

kompas.com
profil Moehammad Jasin 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Sosok Komisaris Jenderal Polisi (Purn) DR.H. Moehammad Jasin adalah tokoh pejuang yang berasal dari militer Indonesia, yuk simak profil Moehammad Jasin.

Moehammad Jasin lahir di Sabang, Pulau Weh, Aceh.

Ia miliki ibu yang berdarah Minangkabau dan ayahnya bernama Iyas, berdarah Jawa.

Baca juga: Profil Joesoef Ronodipoero, Pahlawan Indonesia dan Pendiri Radio Republik Indonesia

Baca juga: Biodata Jusuf Kunto Merupakan Tokoh Golongan Muda yang Menculik Soekarno

Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Abesanti tahun 1945.

Pada tahun 1970-an, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ABRI.

Sebelumnya, Moehammad Jasin menjabat sebagai Panglima Daerah Militer (Pangdam) VII/Brawijaya dari tahun 1967-1970.

Ketika Moehammad Jasin menjabat Pangdam I/Iskandar Muda di Aceh pada tahun 1960-1963, Jasin berperanan besar dalam menciptakan perdamaian antara Pemerintah RI dengan DI/TII di bawah pimpinan Teungku Daud Beureu'eh.

Salah satu aksi yang dilakukan Jasin adalah memproklamasikan Polisi Istimewa atau Tokubetsi Keisatsu Tai menjadi Polisi Republik Indonesia.

Moehammad Jasin juga dikenal sebagai Bapak Brimob Polri.

Baca juga: Biodata Laksamana Maeda Sosok Perwira Tinggi Angkatan Laut Jepang

Baca juga: Sosok Achmad Soebardjo Salah Satu Tokoh Pahlawan Nasional Indonesia

Perjuangan

Pasca kemerdekaan Indonesia, Moehammad Jasin ikut serta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia berkonstribusi dalam memproklamasikan perubahan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia.

Pada 21 Agustus 1945, proklamasi tersebut ia kumandangkan, sebagai bentuk melepaskan keterkaitan Polisi Istimewa dengan Jepang.

Selain itu, ia juga telah mengubah status polisi dari polisi kolonial menjadi polisi negera merdeka.

Proklamasi tersebut sekaligus menjadi bentuk antisipasi terhadap adanya kemungkinan Jepang melucuti senjata Polisi Istimewa.

Surabaya menjadi kota yang sangat panas saat bulan-bulan pertama pasca proklamasi kemerdekaan.

Pasalnya telah banyak terjadi perebutan senjata dari pasukan Jepang dan pertempuran melawan sekutu.

Setelah beberapa hari Pertempuran Surabaya meledak, Jasin mengumumkan melalui sebuah radio, bahwa pasukan Polisi Istimewa yang ia pimpin telah dimiliterisasi.

Maka dari itu, mereka diwajibkan bergabung dalam pertempuran.

Selama Pertempuran Surabaya berlangsung, Jasin memimpin pasukannya dalam pertempuran di beberapa tempat.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved