Biodata Laksamana Maeda Sosok Perwira Tinggi Angkatan Laut Jepang

Biodata Laksamana Muda Tadashi Maeda atau dikenal Laksamana Maeda adalah perwira tinggi Angkatan Laut Jepang

kompas.com
Biodata Laksamana Maeda 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Biodata Laksamana Maeda atau yang memiliki nama lengkap Laksamana Muda Tadashi Maeda merupakan perwira tinggi Angkatan Laut Jepang.

Laksamana Maeda lahir di Kajiki, 3 Maret 1898.

Ia menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang pada masa pendudukan Indonesia di bawah Jepang.

Baca juga: Sosok Ali Hamza yang Kerap Membagikan Konten Edukatif di Akun TikTok Pribadinya

Baca juga: Biodata Ravi Bharwani, Sutradara dan Produser Berkebangsaan Indonesia

Laksamana Maeda juga merupakan sosok penting pada Kemerdekaan Indonesia.

Ia mempersilahkan kediamannya di Jl. Imam Bonjol, No.1 Jakarta Pusat sebagai tempat penyusunan naskah proklamasi oleh Soekarno, Mohammad Hatta dan Achmad Soebardjo, serta sang juru ketik Sayuti Melik.

Rumah Laksamana Maeda

Kediaman Laksamana Maeda menjadi kantor penghubung yang beroperasi pada Oktober 1942.

Ia membentuk empat departemen di kantor penghubung, dengan mayoritas staf adalah warga sipil.

Salah satunya adalah Ahmad Soebardjo, kepala kantor cabang departemen penelitian.

Soebardjo dan Laksamana Maeda sudah saling kenal sejak di Den Haag, Belanda, dan Berlin, Jerman pada 1930.

Baca juga: Sejarah Monumen 66 Lampung, Mengenang Adanya Perjuangan Masyarakat Lampung

Baca juga: Profil Alimin Sosok Tokoh Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

Saat di Belanda, Soebardjo merupakan aktivis Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia.

Selain itu, Soebarjo bersama Mohammad Hatta merupakan perwakil Indonesia dalam Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajah di Brussels, Belgia dan Jerman.

Ketika itu, Laksamana Maeda menjadi atasan Kedutaan Besar Kekaisaran Jepang di Belanda dan Jerman.

Laksamana Maeda merupakan perwira tinggi militer Jepang yang mendungkung para pemuda Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaanya.

Bahkan Laksamana Maeda tidak keberatan jika kantornya digunakan Soebardjo bersama kawan-kawannya untuk mengadakan pertemuan kecil.

Laksama Maeda pun meminta agar Soebardjo untuk melakukan pertemuannya lebih intens untuk mewujudkan kemerdekaan.

Sejak itu, Laksamana Maeda bertolak belakang dengan sikap militer Jepang, terutama Rikugun.

Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 saat sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima, Kekaisaran Jepang lanngsung menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Pada 12 Agustus 1945, tiga tokoh nasional, Soekarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat diminta bertemu Panglima Tertinggi Jepang untuk Asia Pasifik Marsekal Hisaichi Terauchi di Dalat, Vietnam.

Dalam pertemuan tersebut, Jepang memberikan kemerdekaan kepada Indonesia pada 24 Agustus 1945.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved