Sosok Achmad Soebardjo Salah Satu Tokoh Pahlawan Nasional Indonesia

Sosok Pahlawan Nasional Achmad Sebardjo, diplomat, dan pejuang kemerdekaan Indonesia

youtube.com
Sosok Achmad Soebardjo 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Sosok Achmad Soebardjo adalah tokoh Pahlawan Nasional Indonesia yang berjuang atas Kemerdekaan Nasional, sekaligus seorang diplomat.

Ia juga merupakan Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama dengan gelar Meester in de Rechten.

Pria kelahiran 23 Maret 1896 ini adalah alumni Universitas Leiden Belanda pada tahun 1933.

Baca juga: Sejarah Monumen 66 Lampung, Mengenang Adanya Perjuangan Masyarakat Lampung

Baca juga: Profil Alimin Sosok Tokoh Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

Sosok Pahlawan Nasional Achmad Sebardjo, diplomat, dan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Sejak kuliah, Soebardjo mengikuti organisasi Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda untuk memperjuangkan Indonesia.

Pada Februari 1927, ia bersama Mohammad Hatta menjadi perwakilan Indonesia untuk menghadiri persidangan antarbangsa "Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajahan".

Persidangan ini dilakukan di Brussels dan Jerman.

Sekembalinya ke Indonesia, Soebardjo aktif menjadi anggota BPUPKI dan PPKI.

Proklamasi

Baca juga: Biodata Arif Rahman Hakim, Aktivis yang Ditembak saat Demonstrasi Mahasiswa Menuntut Tritura

Baca juga: Sosok Kolonel Sugiyono, Pahlawan Nasional Indonesia yang Menjadi Korban Peristiwa G30S/PKI

Pada 16 Agustus 1945, para golongan muda seperti, Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana, serta beberapa tokoh lain menculik Soekarno dan Moh. Hatta.

Mereka mengasingkan Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh dengan Jepang.

Di sana, Soekarno dan Hatta pun berusaha diyakinkan terkait menyerahnya Jepang terhadap Sekutu.

Achmad Soebardjo pun setuju untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta.

Pada saat itu, ia diantar ke Rengasdengklok.

Bahkan golongan muda pun diyakinkan oleh Soebardjo agar tidak terburu-buru dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, ia juga memberi jaminan taruhan nyawa bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00.

Dengan jaminan yang diberi Soebardjo, Komandan Peta Rengasdengklok Cudanco Subeno melepaskan Soekarno-Hatta.

Mereka pun kembali ke Jakarta untuk merundingkan naskah teks proklamasi.

Naskah tersebut disusun oleh Bung Karno, Hatta, dan Ach Soebardjo.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Soebardjo dilantik menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia pada Kabinet Presidensial, dengan masa jabatanperioode 1951 hingga 1952.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved