Profil Alimin Sosok Tokoh Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

Alimin bin Prawirodirdjo merupakan seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia sekaligus tokoh komunis Indonesia yang lahir di Surakarta

kompas.com
Alimin 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Profil Alimin merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia yang tergabung dalam Partai Komunis Indonesia pada 1918.

Alimin meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1964 dan disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Saat Alimin meninggal, Presiden RI pertama, Soekarno menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden No. 163 pada 26 Juni 1964.

Baca juga: Sosok Kolonel Sugiyono, Pahlawan Nasional Indonesia yang Menjadi Korban Peristiwa G30S/PKI

Baca juga: Profil Lettu Pierre Tendean Seorang Perwira Militer Indonesia yang Menjadi Korban G30S/PKI

Alimin lahir di Solo pada 1889 dan meninggal di Jakarta, 24 Juni 1964.

Alimin bin Prawirodirdjo merupakan seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia sekaligus tokoh komunis Indonesia yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada tahun 1889. 

Peran

Ketika organisasi komunis Indische Sociaal-Democratische Vereeniging lahir di Indonesia, Alimin ikut bergabung dan sempat menjadi pimpinan wilayah Jakarta pada 1918.

Pada 1920-an, ia juga dipercayai untuk menjadi pemimpin PKI di Batavia.

Sebagai pemimpinan PKI pada tahun 1926, Alimin pergi ke Singapura untuk berunding dengan Tan Malaka, anggota ISDV.

Pada masa kolonial, Alimin mengajak para jawara dan orang-orang dunia hitam di Tanjung Priok untuk ikut bergerakan.

Baca juga: Sosok Kolonel Abdul Latief, Tentara yang Menjadi Saksi Peristiwa G30S/PKI

Baca juga: Profil Mohammad Yamin Sosok Pelopor Sumpah Pemuda

Mereka ditugaskan untuk melindungi orang-orang PKI dari incaran penguasa kolonial dan koleganya.

Akhirnya keduanya pun bertemu dan menyiapkan strategi untuk melawan para pemberontak.

Namun, pemberontakan sudah terjadi pada 12 November, sebelum Alimin kembali ke Indonesia.

Tokoh PKI pun ditangkap, diantaranya Alimin dan Musso yang ditangkap oleh polisi Inggris.

Sekeluarnya dari penajara, Alimin pun pindah ke Moskow dan bergabung dengan Organisasi Komunis Revolusioner Internasional atau Komintern.

Pada 1946, Alimin kembali ke Indonesia setelah Republik Indonesia diproklamasikan.

Alimin bergabung lagi dengan PKI sebagai senior.

Namun, pada awal 1950-an, Alimin tidak menjadi tokoh komunis, karena D.N. Aidit mendirikan PKI secara legal.

Setelah tidak menjadi tokoh komunis, ia menikah dengan Hajjah Mariah.

Mereka pun dikarunai dua putra, yaitu Tjipto dan Lilo.

Sumber: Tribun Lampung

Halaman selanjutnya

Kehidupan Pribadi

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved