Biodata Arif Rahman Hakim, Aktivis yang Ditembak saat Demonstrasi Mahasiswa Menuntut Tritura

Arif Rahman Hakim dikenal sebagai Pahlawan Ampera, ia meninggal karena ditembak ketika berlangsungnya demonstrasi mahasiswa yang menuntut Tritura

boombastis
Biodata Arif Rahman Hakim 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Biodata Arif Rahman Hakim merupakan seorang aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) yang wafat saat memperjuangkan Tritura.

Arif Rahman Hakim dikenal sebagai Pahlawan Ampera, yang berasal dari kota Padang.

Ia memiliki nama asli Attaurahman atau dipanggil Rahman.

Baca juga: Sosok Kolonel Sugiyono, Pahlawan Nasional Indonesia yang Menjadi Korban Peristiwa G30S/PKI

Baca juga: Profil Lettu Pierre Tendean Seorang Perwira Militer Indonesia yang Menjadi Korban G30S/PKI

Ia lahir 24 Februari 1943 dan meninggal pada Februari 1966.

Saat aksi Tritura, ia berlumuran darah karena ditembak ketika berlangsungnya demonstrasi mahasiswa yang menuntut Tritura atas pemerintahan Orde Lama di bawah Presiden Soekarno pada 24 Februari 1966.

Penembakan tersebut bukan berasal dari pasukan Tjakrabirawa, tapi dari salah satu anggota Pom Dam yang bertugas di garnizun ibu kota.

Namun saat resimen Tjakrabirawa dibubarkan, belum ada hasil visum Arif Rahman Hakim dan tidak ada penyelidikan mendalam soal penambakan Arif Rahman.

Selain itu, tak ada seorang pun yang divonis bersalah dalam kasus penembakan Arif Rahman Hakim. Hanya nama Tjakrabirawa semakin terpuruk.

Kehidupan Pribadi

Baca juga: Sosok Kolonel Abdul Latief, Tentara yang Menjadi Saksi Peristiwa G30S/PKI

Baca juga: Biodata Kamila Andini, Sutradara yang Telah Menggarap Film Terbarunya Berjudul Yuni

Arif Rahman Hakim adalah anak ke-6 dari 9 saudara.

Ayahnya bernama Haji Syair dan ibunya bernama Hakimah.

Ia dibesarkan dalam keluarga sederhana karena ketika SD toko ayahnya terbakar, sehingga ibunya berjualan kue pastel ke warung-warung untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sejak kecil, ia membantu ibunya menumbuk singkong pada malam hari dan keesokannya kue pastel tersebut ke warung-warung.

Meninggal

Pada tanggal 24 Februari 1966, saat demo yang terjadi hari Kamis pagi, Arif Rahman Hakim berpamitan kepada kakaknya untuk ikut membantu demo dalam membagikan makanan kepada mahasiswa yang berdemo.

Kakaknya berpesan hati-hati dalam berdemo karena kita orang susah, jangan sampai kena masalah.

Pada pukul 11.30 wib terdengar bunyi letusan tembakan, saat itu kakaknya hanya beripikir kasihan mahasiswa yang terkena tembak.

Sore harinya, tentara di tempat kejadian menghampiri kakaknya untuk menengok Arif Rahman Hakim yang tertembak di bagian tangan.

Saat di rumah sakit, kakaknya sadar bahwa di depan kamar mayat adalah adiknya yang meninggal karena terkena tembakan di dadanya.

Jasad Arif pun dibawa ke rumah duka, tanah tinggi, Jakarta Pusat.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved