Rumah Daswati, Cikal Bakal Terbentuknya Provinsi Lampung

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui, jika Rumah Daswati menjadi cikal bakal terbentuknya Provinsi Lampung.

Tribunlampung.co.id/Resky Mertarega Saputri
Dokumentasi Rumah Daswati beberapa tahun lalu. Rumah Daswati menjadi cikal bakal terbentuknya Provinsi Lampung. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Mungkin masih banyak yang belum mengetahui, jika Rumah Daswati menjadi cikal bakal terbentuknya Provinsi Lampung.

Beralamat di Jalan Tulangbawang Nomor 175 A (sekarang nomor 11) Enggal, Bandar Lampung, Rumah Daswati, masih cukup kokoh berdiri.

Rumah Daswati menjadi satu di antara landmark Bandar Lampung.

Baca juga: Profil dan Sejarah Pasar SMEP, Pasar Tradisional di Jalan Tamin Bandar Lampung

Baca juga: Profil Pasar Kangkung, Pasar Tradisional Bandar Lampung yang Menyimpan Keunikan

Seperti apa perjalanan Rumah Daswati hingga akhirnya terbentuk satu provinsi yang juga kerap disebut Sai Bumi Ruwa Jurai?

Rumah Daswati menjadi bangunan yang bersejarah bagi Provinsi Lampung.

Karena di sinilah, provinsi yang kini memiliki 15 kabupaten/kota, terbentuk.

Saat Tribunlampungwiki.com menyambangi rumah bersejarah ini pada Rabu 11 Agustus 2021, terlihat bangunan tua itu tak terawat.

Tak hanya terlihat kusam, di setiap sudut di bagian atap juga mengalami kerusakan.

Halaman rumah juga nampak sudah mulai tumbuh rumput ilalang.

Sayangnya, pagar rumah dari seng terkunci, sehingga tidak memungkinkan untuk masuk lebih jauh ke bagian dalam.

Baca juga: Sejarah Pasar Cimeng, dari Lapangan Bola Kini Jadi Pasar Tradisional di Bandar Lampung

Baca juga: Pasar Pasir Gintung, Pasar Tradisional di Bandar Lampung yang Mayoritas Berisi Agen Pedagang

Sejarah Rumah Daswati

Ketua Forum Penyelamat Daswati, Arman AZ mengungkapkan, sebelumnya, Lampung bukan merupakan provinsi, namun berbentuk karesidenan yang masih menjadi satu dengan provinsi Sumatera Selatan. 

Ketika itu, masyarakat Lampung merasa kesulitan dalam mengurus segala sesuatunya, baik dari segi pemerintahan maupun administrasi.

Hal tersebut lantaran keputusan harus diambil dan disetujui pemerintah yang notabenenya terpusat di Palembang.

Akhirnya, sebagian besar masyarakat sepakat, ingin mengubah Lampung menjadi daerah tingkat I atau provinsi.

"Sampai kemudian, para tetua adat, pemimpin-pemimpin daerah karesidenan, tokoh-tokoh masyarakat Lampung dan tokoh-tokoh partai di Lampung berfikir untuk merealisasikannya," cerita Arman AZ.

Kemudian, pada tahun 1962, berbagai upaya dilakukan para pemimpin karesidenan Lampung dalam 'memerdekakan diri' dari Provinsi Sumatera Selatan.

Satu di antaranya yakni membuat petisi untuk Pemprov Sumatera Selatan.

Sayangnya, upaya tersebut tak membuahkan hasil.

Hingga pada 28 Februari 1963, bertempat di rumah Radja Sjah Alam diadakan rapat yang dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Lampung dan tokoh-tokoh partai di Tanjungkarang.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
1057 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved