Sejarah Pasar Cimeng, dari Lapangan Bola Kini Jadi Pasar Tradisional di Bandar Lampung

Pasar Cimeng beralamat di Jalan K.H Hayim Asyhari, Kelurahan Talang, Kabupaten Teluk Betung

Tribunlampung.co.id/Reskymerta
Sejarah Pasar Cimeng 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Sejarah Pasar Cimeng berawal dari lapangan bola hingga jadi sebuah pasar.

Pasar Cimeng diketahui merupakan salah satu Bandar Lampung'>pasar tradisional Bandar Lampung.

Pasar Cimeng beralamat di Jalan K.H Hayim Asyhari, Kelurahan Talang, Telukbetung.

Sejarah Pasar Cimeng

Pasar Cimeng bermula dari lapangan sepak bola tepatnya pada tahun 1960an.

Pada tahun 1966 lahan tersebut diambil oleh Pemerintah dan dijadikan pasar dakocan atau pasar tempel.

Baca juga: Pasar Pasir Gintung, Pasar Tradisional di Bandar Lampung yang Mayoritas Berisi Agen Pedagang

Anedi selaku Kepala UPT Pasar Cimeng mengatakan bahwa pasar tersebut telah berdiri kurang lebih selama 60 tahunan.

"Sejarah awal Pasar Cimeng ini di tahun 1960an dulunya hanya berbentuk lapangan bola, setelah itu di ambil pemerintah dan dijadikan sebagai pasar dakocan," kata Anedi, kepada Tribunlampungwiki.com, Kamis, 15 Juli 2021.

Pasar Dakocan tersebut berjalan cukup lama, namun seiring berjalannya waktu terdapat perombakan dan dibangun pasar Inpres.

Setelah dibuat pasar Inpres selanjutnya dibangun pasar semi permanen oleh pemerintah.

Profil Pasar Cimeng

Pasar Cimeng mengalami pembangunan beberapa tahapan.

Pembangunan tersebut berawal dari semi permanen hingga terbentuklah sebuah pasar Cimeng pada tahun 1990.

"Setelah tahun 1990 yang awalnya hanya lapangan bola maka dijadikanlah sebuah pasar tradisional seperti sekarang," jelasnya.

Tahun Pembangunan : 1990

Pengembang : PT. Prabu Kencana Abadi

Nomor Surat Perijinan : 640.445.15.1990

TMT Surat Perjanjian : Kamis, 5 April 1990

HGB : 20 Tahun

Luas Tanah : 4.465 meter persegi

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved