Sejarah Berdirinya Pasar Bambu Kuning hingga Jadi Pasar Ikonik di Bandar Lampung

Simak profil Pasar Bambu Kuning yang beralamat di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Pusat

Tribunlampung.co.id/Reskymerta
Profil Pasar Bambu Kuning 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Profil Pasar Bambu Kuning yang disebut sebagai pasar ikon Bandar Lampung.

Diketahui Pasar Bambu Kuning merupakan wajah Bandar Lampung.

Pasar Bambu Kuning beralamat di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Pusat.

Sejarah

Siti Soleha selaku Kepala UPT menjelaskan bahwa Pasar Bambu Kuning berdiri sejak awal tahun 1989.

"Awal pembangunan pasar ini di tahun 1989 di bawah pengembang PT. Gunung Pesagi dan mengalami perpanjangan kontar di tahun 2010," kata Siti Soleha, kapada Tribunlampungwiki.com, Selasa, 6 Juli 2021.

Tahun Pembangunan : 1989

Pengembang : PT. Gunung Pesagi

Luas Tanah : 8.840 meter persegi

Fasilitas Pasar Terbangun : Lantai 1 sebanyak 152 unit, Lantai 2 sebanyak 59 unit.

Sarana Pendukung : Ruang lantai 3, Kantor UPT Pasar, musholla, kantor satpam, WC Umum, TPS sampah, dan Taman.

"Saat itu masa kontrak Bambu Kuning itu selama 20 tahun, nah sempat mengalami perpanjang kontak," jelasnya.

Tahun Pembangunan : 2010

Pengembang : PT. Senjaya Rejeki Mas

Luas Tanah : 2.271 meter persegi

Fasilitas Pasar Terbangun : Gedung parkir bertingkat. kios sebanyak 189 unit.

Sarana Pendukung : Kantor UPT Pasar, Musholla, WC Umum, TPS Sampah, dan Ruang Genset.

Perdagangan Pasar Bambu Kuning

Pasar Bambu Kuning berfokus untuk menjual kebutuhan yang bersifat kering, contohnya baju, tas, emas, jam dan lainnya.

"Kalau kita di Bambu Kuning ini memang khusus pedagang kering, artinya ya hanya menjual sepatu, tas baju dan mayoritas memang ke pedagang baju," jelas Siti Soleha.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved