Sosok Yasa Paramita Singgih, Pengusaha Muda yang Mengawali Kariernya Sebagai Pembawa Acara

Yasa Paramita Singgih atau yang sering dikenal dengan sebutan Yasa Singgih seorang pengusaha muda sukses Indonesia

Tribunnews.com
Sosok Yasa Paramita Singgih 

Setelah UN, ia kembali lagi terjun ke dunia bisnis, kali ini dengan sebuah konsep yang jelas dengan dilengkapi bisnis plan yang tersusun rapi.

Dia kembali mengibarkan bendera Men’s Republic yang menjual perlengkapan mode khusus pria. 

Pada awalnya, Yasa Singgih hanya menjual sepatu kasual untuk pria. 

Namun ,semakin besar usahanya membuat brand yang ia kelola semakin menawarkan produk yang beragam.

Saat ini Men’s Republic menjual produk celana dalam, jaket dan juga sandal untuk pria.

Kini, produk Men's Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per- bulan. 

Omset yang ia peroleh dari menjual sepatu tersebut mencapai ratusan juta rupiah. 

Dari usaha tersebut Yasa mampu mendapatkan laba bersih 40 persen.

Tak puas pada produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk ikat pinggang, dan celana. 

Yang paling pasti adalah ia akan terus mematangkan konsep bisnis sambil berjalan.

Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. 

Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. 

Prinsipnya satu yaitu "Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder.

"Men's Republic" adalah bisnis ketiganya yang berfokus pada penjualan secara online. 

Dia menjual produk yang dikhususkan untuk pria.

Ia menjual baik produk miliknya sendiri atau produk milik orang lain. 

Ia juga berencana membangun "Bilionary Versity, yaitu sekolah bisnis nonformal untuk para pengusaha muda.

Yasa telah mendapatkan berbagai macam penghargaan dan telah diliput oleh berbagai macam majalah, radio, & stasiun TV. 

Ia juga telah diundang oleh banyak komunitas dan universitas untuk memberikan sharing seputar bisnis, inspirasi dan pengembangan diri.

Sampai dengan sekarang ia masih sering kali gagal, gagal dan gagal dalam setiap hal yang ia lakukan, karena Yasa percaya bahwa gagal adalah belajar. 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved