Profil Gazan Azka Ghafara Pengusaha Keripik Pisang Zanana Chips, Pernah Gagal di Dunia Bisnis

Profil Gazan Azka Ghafara pengusaha kripik pisang Zanana Chips yang memulai kariernya sejak SMA

Tribunnews.com
Profil Gazan Azka Ghafara 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM - Profil Gazan Azka Ghafara, pengusaha keripik pisang Zanana Chips sukses yang pernah gagal dalam menjalankan bisnis.

Sebelum memulai bisnis keripik pisang, Gazan Azka Ghafara terlebih dahulu membuka beberapa bisnis.

Pria kelahiran 27 Juli 1995 ini memulai bisnis snack  Zanana Chips pada 28 November 2013. 

Gazan Azka Ghafara mulai berbisnis sejak dirinya masih SMA. 

Baca juga: Profil William Tanuwijaya CEO Tokopedia, Sempat Ditolak Selama 2 Tahun

Baca juga: Sosok Andre Soelistyo yang Dipercaya Sebagai CEO Grup GoTo, Kolaborasi Gojek dan Tokopedia

Ia sebelumnya pernah berbisnis ayam tulang lunak, karena dia tidak mengenal manajemen, usaha bangkrut. 

Selain itu, Gazan juga pernah berbisnis risoles, waktu itu sudah punya cabang tiga, tetapi lagi-lagi bangkrut karena suatu hal.

Banyak cibiran dan hujatan ketika dia gagal mengerjakan bisnis. 

Namun, dia tetap berusaha menjalankan ini sebagai passion-nya. 

Untuk mencegah kegagalan terulang, dia mulai berpikiran untuk masuk ke dalam komunitas pengusaha

Dia harus bersosialisasi dengan lingkungan yang mendukung. 

Baca juga: Profil Ponpes Darul Wafa Bogor, Kolaborasikan Sistem Pendidikan Tradisional dan Modern

Baca juga: Profil Roro Ayu Maulida Puteri Indonesia 2020 yang Mewakili Indonesia di Miss Universe

Inilah alasan dia tidak bosan mengikuti aneka seminar entrepreneurship.

Hal ini karena dirinya bertemu banyak pengusaha

Ia merasakan ketulusan dalam diri mereka. 

Gazan pun menemukan mentor, yakni Jaya Setiabudi atau yang akrab disapa dengan Mas J.

Ketika Gazan minta Mas J untuk menjadi mentornya, hal yang pertama Mas J lakukan ialah meminta Gazan agar memutuskan pacarnya.

Hal ini karena menurut Mas J, usia Gazan waktu masih sangat muda dan lebih baik berfokus langsung pada bisnis.

Untuk modal awal usaha keripik, ia menggunakan sisa uangnya sebesar Rp1.050.000. 

Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti bisnis sebelumnya, Gazan memulai bisnis ketiganya dengan meriset resep terbaik dengan tangannya sendiri. 

Ia mencoba mencampur berbagai bahan-bahan yang ia dapat dari banyak tempat sampai ia mendapatkan cita rasa bumbu yang pas.

Kurang lebih 1 bulan setelah mencoba-coba, Gazan menemukan formula bumbu coklat pertamanya. 

Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia mulai memproduksi keripik pisang coklat dan dikemas dengan plastik biasa. 

Ia berniat menjual produknya itu dengan harga murah Rp10.000 untuk mendapatkan feedback dari pasar yang akan membuat cita rasa keripik pisangnya sempurna.

Selama lebih dari 2 bulan, Gazan menggunakan strategi harga murah, gratis ongkos kirim, dan tanpa minimum order dengan tujuan agar banyak orang yang berani mencoba dan memberinya masukan untuk menyempurnakan produknya. 

Hujan dan panasnya terik matahari tak membuatnya lelah untuk mengantar produknya ke tangan konsumen.

Setelah yakin produknya unggul dari segi konten dengan persentase repeat purchase sebesar 90% (artinya, 90% yang mencoba Zanana Chips pertama kali melakukan pembelian ulang lagi dan lagi karena cita rasanya).

Gazan selanjutnya memikirkan strategi untuk mempercantik konteks (kemasan) agar membuat siapa saja yang melihatnya tertarik untuk membeli Zanana Chips

Gazan mulai meriset dan mendesain kemasan yang akan ia gunakan untuk produknya  Zanana Chips

Berbagai alternatif logo dan kemasan pun ia dapatkan dari bantuan teman-temannya.

Setelah direvisi berkali-kali, Gazan berhasil mendapatkan design kemasan yang menurutnya paling efektif untuk membuat banyak orang tertarik untuk mencoba.

Keterbatasan modal yang Gazan miliki membuatnya harus berpikir lebih keras dan lebih kreatif agar produknya bisa booming dan laris di pasaran walaupun dengan modal yang terbatas. 

Berbagai strategi ia terapkan, dan berhasil membuat produk  Zanana Chips-nya booming dan laris di pasaran bahkan di tengah kalangan selebritis di Indonesia.

Gazan dan timnya berkomitmen untuk terus berinovasi dan tidak boleh cepat puas dengan pencapaian yang sudah ada. 

Pada tahun ke-2 Zanana Chips beroperasi, Gazan dan tim memperbaiki desain kemasan Zanana Chips agar lebih efektif dan efisien baik dari segi estetika maupun segi fungsional.

Hingga saat ini, Gazan dan timnya berhasil mendistribusikan  Zanana Chips ke lebih dari 70 kota di Indonesia, Malaysia, Jepang, Brunei, China, dan Cairo melalui jaringan reseller, agen, dan distributor.

Zanana Chips juga bisa didapatkan di Transmart Carrefour, Borma, Toserba Yogya dan Griya, Lotte Mart, Aeon Mall, Toserba Asia Plaza, dan Toko Oleh-oleh lainnya.

Tak hanya itu, berkat keahliannya dalam berbisnis, Gazan juga berhasil keluar sebagai juara pertama pada Diplomat Succes Challenge 2016.

Baca juga: Profil Sujanarko, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi yang Tidak Lolos TWK KPK

Baca juga: Profil Roro Ayu Maulida Puteri Indonesia 2020 yang Mewakili Indonesia di Miss Universe

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com, dengan judul Gazan Azka Ghafara.

( Tribunlampungwiki.com / Resky Mertarega Saputri )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
871 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved