Komunitas Lampung Street Feeding Ingin Sejahterakan Kucing-kucing Liar

Lampung Street Feeding merupakan komunitas peduli kucing yang didirikan pada 5 Februari 2021.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: heri sulis
Dokumentasi Lampung Street Feeding
Kegiatan Lampung Street Feeding. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Lampung Street Feeding merupakan komunitas peduli kucing liar yang ada di Bandar Lampung.

Komunitas tersebut didirikan oleh dua orang mahasiswa UIN RIL, Melly Triana Eryesma Anwar dan rekannya pada 5 Februari 2021 silam.

Keduanya merupakan pecinta kucing yang tersentuh ketika melihat kucing liar yang tidak terawat.

Meski berfokus pada kucing liar, Lampung Street Feeding juga tak menutup diri untuk merawat hewan-hewan liar lainnya seperti anjing.

Hanya saja, sejauh ini kasus tersebut belum dijumpai .

Tak Hanya Makanan

Kegiatan Lampung Street Feeding.
Kegiatan Lampung Street Feeding. (Dokumentasi Lampung Street Feeding)

Komunitas yang baru berumur satu bulan ini bertujuan untuk mensejahterkan para kucing liar.

Setiap Sabtu dan Minggu sore, mereka rutin memberi makan sampai obat-obatan.

Pendaannya utamanya berasal dari donasi masyarakat umum serta anggota.

Donasi tersebut dapat berbentuk uang atau pakan kucing.

Dari donasi tersebut, kemudian dialokasikan untuk pakan serta obat.

Melly dan kawan-kawan menjajakan wadah berisi makan dan minum.

Dalam sekali gelaran, sedikitnya menghabiskan 3 kg pakan.

Hal ini bergantung pada banyaknya kucing di lokasi kegiatan, mengingat tempatnya berpindah-pindah.

Mulai dari PKOR, Taman Gajah, dan tempat-tempat lainnya.

Sakit Mata

Kegiatan Lampung Street Feeding.
Kegiatan Lampung Street Feeding. (Dokumentasi Lampung Street Feeding)

Ketua Lampung Street Feeding, Melly Triana Eryesma Anwar, mengatakan kepada Tribunlampungwiki.com, Senin, 1 Maret 2021, penyakit yang kerap menjangkiti para kucing liar adalah sakit mata.

Matanya tertutup serta berair, mengindikasikan untuk segera diobati.

Selain itu, juga dijumpai penyakit-penyakit lainnya seperti tubuh berjamur dan cacingan.

Kondisi tersebut disebabkan kurangnya kebersihan pada kucing terkait.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved