Undang Pemateri dari Mesir, STIT Darul Fattah Budayakan Bahasa Arab di Kampus

Para dosen di STIT Darul Fattah biasa memberikan pengantar dalam bahasa arab guna mengasah kemampuan mahasiswanya.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: heri sulis
Tribunlampung.co.id Kiki Novilia
Potret masjid milik STIT Darul Fattah, Senin, 1 Februari 2021. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - STIT Darul Fattah merupakan perguruan tinggi swasta berbasis Islam yang ada di Bandar Lampung.

Ketua STIT Darul Fattah, Langgeng Sutopo, mengatakan, fokus kampusnya yakni menjadi perguruan tinggi Islami terdepan di Lampung.

Karena itu, fasilitas-fasilitas penunjangnya didesain seapik mungkin.

"Kita punya perpustakaan yang di dalamnya banyak kitab-kitab asli," ucapnya kepada Tribunlampungwiki.com, Senin, 1 Februari 2021.

Ada juga laboratorium bahasa, sebuah masjid megah, hingga lingkungan bahasa arab yang mumpuni.

"Karena bahasa arab adalah bahasa Al-Quran, jadi tidak bisa dipisahkan," ucapnya.

Cara yang dilakukan beragam.

Para dosen biasanya memberikan pengantar dalam bahasa arab guna mengasah kemampuan mahasiswanya.

Juga digelar seminar-seminar berbahasa arab di tiap semesternya.

"Kita undang pemateri dari Mesir, yang memang penutur asli bahasa arab," ucap dia.

Kehadiran para pembicara tersebut dimaksudkan agar para mahasiswa dapat mencontoh langsung sumbernya.

"Kan beda ya lidahnya (aksen) penutur asli dengan orang Indonesia," ucapnya.

Kualitas bahasa arab yang ada di STIT Darul Fattah dirasakan secara langsung oleh Rahmah Yanah (21).

Mahasiswa semester 6 ini mengatakan, selama kuliah bahasa arabnya menjadi lebih fasih.

"Walaupun kuliahnya cuma Sabtu Minggu, tapi ilmunya masuk," ucap dia.

Meski begitu, dalam kegiatan perkuliahan sehari-hari, para mahasiswa umumnya masih mencampurbaurkan dengan bahasa ibu, Indonesia.

Hal ini mengingat beragamnya background masing-masing mahasiswa yang tidak semuanya memahami bahasa arab.

Kondisi pandemi saat ini juga menyumbang tantangan yang lebih berat.

Terutama bagi para mahasiswa baru yang dirasa butuh banyak bimbingan.

"Bahasa kan susah kalau nggak praktik secara langsung," ucap Langgeng.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
681 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved