Sosok Lampung

Cut Trimaha Rany, Puteri Kebudayaan Lampung 2020 yang Ingin Jadi Miss Polo Internasional

Cut Trimaha Rany merupakan Puteri Kebudayaan Lampung 2020 kelahiran Kalibalangan, 4 Agustus 2001 silam.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: heri sulis
Instagram @cuttm_
Puteri Kebudayaan Lampung 2020, Cut Trimaha Rany. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Cut Trimaha Rany merupakan Puteri Kebudayaan Lampung 2020.

Perempuan kelahiran Kalibalangan, 4 Agustus 2001 ini terjun ke dunia peagent atas dasar saran dari kenalannya.

Kepada Tribunlampungwiki.com, Cut Trimaha Rany mengatakan akhirnya mencoba peruntungan di sana.

Bangun Karier

Puteri Kebudayaan Lampung 2020, Cut Trimaha Rany.
Puteri Kebudayaan Lampung 2020, Cut Trimaha Rany. (Instagram @cuttm_)

Alasan Cut tertarik di dunia peagent adalah masa depan karier yang cemerlang.

Beratnya tekanan dan kompetensi yang dimiliki menjadi modal untuk melangkah ke depan.

Tingginya standar cantik di dalamnya juga ia yakini bisa mempermudah mencari tambatan hati.

Adapun alasannya memilih bidang kebudayaan adalah luasnya cakupan yang ada di dalamnya.

Cut kemudian mengikuti rangkaian seleksi di tingkat provinsi.

Pesaingnya kala itu mencapai 200 orang.

Satu persatu gugur melewati tahap penyortiran berkas, roadshow ke sekolah dan universitas, interview, hingga akhirnya sampai karantina.

Turun 15 Kg

Putera-Puteri Kebudayaan Lampung merupakan ajang peagent pertama bagi Cut.

Ia mengaku, harus melalui perjalanan panjang untuk bisa meraih gelar tersebut.

Dulu, mahasiswi semester 3 UIN RIL tersebut merupakan sosok yang tomboy.

Mulai dari penampilan, cara berjalan hingga bicara, ia katakan sangat tomboy.

Seiring berjalannya waktu, ia memutuskan untuk menjadi lebih anggun layaknya peserta ajang peagent lainnya.

Persiapan lainnya yang tak kalah berat adalah menurunkan berat badan.

Cut yang ketika itu berbobot 83 kg, sempat dibully oleh warganet.

Dirinya dinilai tak sesuai dengan standar kecantikan di masyarakat.

Body shamming tersebut praktis membuatnya terkejut.

Tak tunggu waktu lama, mahasiswi semester 3 UIN RIL ini segera mencari solusi.

Ia diet, olahraga, hingga mendapatkan treatment dari dokter.

Asupan makannya amat dibatasi.

Selama sebulan penuh hanya makan lemak sapi.

Dalam waktu 3 bulan, Cut akhirnya bisa menurunkan berat badan sebanyak 15 kilogram.

Tinggi Adalah Kunci

Puteri Kebudayaan Lampung 2020, Cut Trimaha Rany.
Puteri Kebudayaan Lampung 2020, Cut Trimaha Rany. (Instagram @cuttm_)

Unggul di tingkat provinsi, Cut praktis maju di tingkat nasional.

Persiapannya tak main-main.

Ia belajar lebih dalam terkait kebudayaan di Indonesia dan memoles diri sebaik mungkin.

Sempat ada perasaan minder kala dirinya melihat peserta lain yang lebih cantik serta ramping.

Seperti peserta yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wajahnya yang khas Indonesia bagian timur berpadu dengan elegannya sentuhan modern.

Belum lagi dukungan luar biasa yang juga diberikan oleh sang pemerintah daerah.

Meski begitu, Cut menepisnya lewat potensi yang dimiliki, yakni tubuh tinggi.

Dibantu dengan heels belasan centimeter, dirinya merasa semakin percaya diri.

Berkat kerja keras dan dukungan orang-orang terkasih, akhirnya Cut bisa melangkah maju hingga menggondol predikat Top 12 Puteri Kebudayaan Indonesia dan Best Traditional Costume.

Cinta Budaya

Menjadi seorang Puteri Kebudayaan Lampung 2020, Cut praktis dituntut memiliki pengetahuan yang mumpuni terkait kebudayaan lokal.

Tak hanya yang sudah ada, melainkan perkembangan dan pengimplementasiannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dirinya menjadi role model, menyeru pada masyarakat terkait kebudayaan.

Fokus utama yang dibidik Cut adalah anak-anak di Provinsi Lampung.

Latar belakangnya sebagai fasilitator dan duta anak Lampung, membuat tujuan tersebut terasa semakin terarah.

Selama menjalankan tugas, Cut mendapati bahwa anak-anak saat ini kian meninggalkan kebudayaan lokal.

Di antara mereka bahkan tak mengetahui siapa Radin Inten selaku pahlawan daerah Lampung.

Cut mengungkapkan, hal ini terjadi tak terlepas dari mindset di masyarakat yang menganggap kebudayaan sebagai sesuatu yang sempit.

Duta Anak Nasional

Sejak 2013 silam, gadis cantik ini sudah terjun di gerakan peduli anak.

Ia didaulat sebagai duta anak di tingkat kabupaten, provinsi hingga akhirnya ke nasional.

Perjalanan tersebut bermula saat Cut mencoba bergabung ke organisasi forum anak ketika kelas 1 SMP.

Ia punya alasan kuat dibalik itu.

Dari usia 8 tahun, dirinya yang berasal dari keluarga broken home menyisakan luka mendalam.

Karena itu, ia bertekat agar anak-anak yang lain tidak mengalami perasaaan serupa.

Ia kemudian turun langsung ke masyarakat.

Menyambangi berbagai panti asuhan secara berkala, sampai ikut anak-anak lain memulung.

Cut menyadari, anak-anak tersebut memiliki keterbatasan dalam menyampaikan aspirasinya kepada para pemangku kebijakan.

Melalui dirinyalah, harapan tersebut dapat kembali terhubung.

Banyak pengalaman menarik yang ia dapatkan selama di sana.

Seperti ragam kasih sayang orang tua pada anaknya yang membuat mereka mengemis.

Di momen tersebut pula, dirinya bahkan sempat dicubit oleh ibu-ibu.

Pengalaman tak terlupakan lainnya adalah mendapat teror saat menemani temannya yang menjadi korban perkosaan.

Cut yang ketika itu mendampingi korban sampai tahap persidangan, selalu diganggu oleh pelaku.

Karena ancaman tersebut, Cut akhirnya dikawal selama seminggu penuh oleh aparat kepolisian.

Paham terjun ke lapangan banyak risiko yang mengintai, sang mama juga membekali Cut dengan nasihat-nasihat.

Mulai dari tidak diperkenankannya terbujuk oleh iming-iming orang lain, sampai pemahaman bagian tubuh yang dilarang disentuh.

Setelah menjabat selama beberapa tahun sebagai duta anak, Cut akhirnya naik tingkat sebagai fasilitator pada 2018.

Bedanya, jika duta anak menyuarakan aspirasi anak kepada pemerintah.

Sedangkan fasilitator menjadi penghubung di antara keduanya.

Berpuisi

Siapa sangka, perempuan berdomisili Bandar Lampung ini amat menyenangi dunia sastra, yakni puisi.

Namun, dibandingkan membacanya, ia lebih memilih menciptakannya.

Di antara sekian banyaknya tema, biasanya Cut concern pada bahasan ibu.

Sebab, lewat tema tersebut ia kerap mendulang kemenangan.

Ke depannya Cut tak berencana membuat buku puisi.

Melainkan novelnya garapannya sendiri.

Miss Polo

Potret kegiatan Puteri Kebudayaan Lampung 2020, Cut Trimaha Rany.
Potret kegiatan Puteri Kebudayaan Lampung 2020, Cut Trimaha Rany. (Dokumentasi Cut Trimaha Rany)

Masih ingin bergelut di dunia peagent, Cut mengaku tertarik mengikuti Miss Polo Internasional.

Alasannya, ia terinspirasi dari pemenang sebelumnya yang berasal dari Indonesia.

Ia berharap, dapat mengikuti ajang berbasis olahraga dan pendidikan tersebut pada usia 21 tahun.

Biodata:

1. Nama lengkap: Cut Trimaha Rany
2. Nama sapaan: Cut
3. TTL: Kalibalangan, 4 Agustus 2001
4. Nama orang tua: Hasanudin dan Zohriya
5. Domisili: Bandar Lampung
6. Riwayat pendidikan: Sedang menempuh S1 Jurusan Hukum, UIN RIL
7. Prestasi:
- Putri Kebudayaan Lampung 2020
- Top 12 Puteri Kebudayaan Indonesia 2021
- Best Traditional Costume
- Fasilitator Forum Anak Nasional
- YGAC ASEAN 2014
- Duta Anak Provinsi Lampung 2016
- Forum Anak Nasional 2016
- Juara 3 Cipta Puisi FLS2N Lampung Utara
- Juara 1 LKBB Puteri Tingkat SMA Lampung Utara 2016
- Agent of Informathic Change National 2016

( Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
682 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved