Sosok Lampung

Menulis Puisi bagi Ari Pahala Hutabarat: Persis seperti Jatuh Cinta

Ari Pahala Hutabarat mengungkapkan, tak dapat sembarang dalam berkarya, melainkan harus lebih dulu jatuh cinta.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: heri sulis
Istimewa
Penyair Lampung, Ari Pahala Hutabarat. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Menggeluti puisi sejak 1993, seniman Lampung Ari Pahala Hutabarat tercatat menulis sekitar 200 puisi.

Ari mengungkapkan, tak dapat sembarang dalam berkarya.

Saat disergap oleh secercah ilham atau inspirasi, barulah dia menggerakkan pena.

Persis seperti orang yang jatuh cinta.

"Dia datang ke kita, kemudian menuntut untuk diekspresikan," kata Ari Pahala Hutabarat kepada Tribunlampungwiki.com, Selasa, 22 September 2020.

Meski begitu, Ari mengatakan dirinya harus sudah siap ketika 'cinta' tersebut datang.

"Harus punya persiapan, minimal keterampilan teknis," ujarnya.

Teknis yang dimaksud mencakup pengetahuan, keterampilan berbahasa serta seni mengolah kata.

Hal ini sekaligus menjadi pakem, agar puisi yang dilahirkan bisa berjalan sesuai koridor.

"Nggak bebas begitu saja," ucapnya.

Biasanya, puisi yang ia tulis bernuansa filosofis dan spiritualitas.

Tema-tema terkait sosial politik juga diolah menjadi lebih dalam hingga sampai ke sana.

"Jadi tidak sekedar sosial politik belaka," imbuh dia.

Tak ada trik khusus baginya dalam mencari inspirasi.

Tangannya secara lihai mengolah tema-tema yang ia sukai ke dalam tulisan.

"Saya jarang yang namanya terpengaruh sama hal-hal eksternal yang saya jumpai," ucap dia.

Dia mengatakan, dirinya hanya perlu bersungguh-sungguh menuangkan ide dan obsesi yang ada di kepalanya.

"Penulis kan orang yang terus terobsesi, jatuh cinta untuk menulis idenya," ucapnya.

Karena itu, Ari tak percaya akan ungkapan kehabisan ide.

"Ide nggak akan pernah habis," ucapnya.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved