Sosok Lampung

Ari Pahala Hutabarat Bukan Memilih Jadi Penyair: Puisi yang Memilih Saya

Ari Pahala Hutabarat mengaku, mulai intens menulis puisi ketika masuk perguruan tinggi, tepatnya tahun 1993.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: heri sulis
Istimewa
Potret sastrawan Lampung Ari Pahala Hutabarat. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Ari Pahala Hutabarat merupakan seniman senior asal Lampung.

Lahir pada 24 Agustus 1975, Ari Pahala Hutabarat menggeluti dua cabang seni sekaligus, yakni puisi dan teater.

Ketertarikannya pada puisi sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Kala itu, ia suka membaca puisi-puisi ciptaan penyair kawakan seperti Chairil Anwar.

Tak puas hanya menjadi penikmat, putra pasangan Arman Hutabarat dan Ringgasui ini akhirnya mencoba mulai menulis puisi.

"Saya coba nulis puisi di buku," katanya kepada Tribunlampungwiki.com, Selasa, 22 September 2020.

Ari mengaku, mulai intens menulis puisi ketika masuk perguruan tinggi, tepatnya tahun 1993.

Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Lampung ini bahkan bergabung ke dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni UKMBS.

Di sana, ia bertemu banyak sastrawan lainnya seperti Iswadi Pratama, Ahmad Yulden Erwin, dan lain-lain.

"Kita ngobrol, diskusi, dan berlatih puisi," ucapnya.

Ari menolak disebut memilih puisi sebagai bidang seninya.

Tetapi justru puisi yang memilih dia.

"Saya cuma media untuk mengekspresikan puisi," ucap dia.

Alasan lainnya adalah kepraktisan penciptaannya.

"Cuma modal kertas dan pena sudah bisa jadi puisi," tandasnya.

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved