Sosok Lampung

Yasmin Wiwid Tetap Survive setelah Banting Setir Bikin Fashion dengan Teknik Ecoprint

Widyastuti Murniasih Ryantini memilih ecoprint karena keunikannya dan lebih ramah lingkungan.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: heri sulis
Dokumentasi Widyastuti Murniasih Ryantini
Satu di antara produk milik Yasmin Wiwid. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Sejak pandemi, label Yasmin Wiwid milik Widyastuti Murniasih Ryantini, sempat mengalami gejolak penjualan.

Karena itu, perempuan yang akrab disapa Wiwid ini memutar otak agar tetap eksis di dunia fashion.

Akhirnya pada Mei 2020 silam, ia banting setir menggunakan teknik produksi seni cetak natural atau yang akrab dikenal sebagai ecoprint.

Ecoprint dipilih karena keunikannya dan lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Menjahit Sejak SMP hingga Bikin Baju untuk Keluarga, Wiwid Kini Jadi Desainer Ternama Asal Lampung

Baca juga: Ikuti Fasion Show, Desainer Lampung Widyastuti Murniasih Ryantini Pulang Cuma Bawa Gantungan

"Bisa nyerap banyak tenaga kerja juga," katanya kepada Tribunlampungwiki.com, Selasa, 29 Desember 2020.

Bedanya dengan teknik biasa adalah prosesnya yang lebih lama.

"Produksi satu jilbab bisa sampai 3 hari," katanya.

Yang menarik, konsep baru tersebut justru memberikan dampak yang lebih baik.

"Nggak nyangka bisa survive dan meningkat penjualannya," ucapnya.

Tak butuh waktu lama, Wiwid akhirnya memutuskan untuk terus menggunakan ecoprint sebagai identitas dari labelnya.

"Aku pengen ecoprint jadi signaturenya Yasmin Wiwid," ucapnya.

Memilih jalan hidup sebagai seorang desainer, Wiwid bertanggung jawab dari hulu hingga hilir pembuatan karyanya.

Mulai dari konsep, menggambar pola, memotong, menjahit, hingga akhirnya finishing.

"Tapi tetep dibantu dengan karyawan yang lain," ucapnya.

Saat pengerjaan, Wiwid terus memantau pekerjaan tiap karyawannya.

Ia tak ingin, hasil akhirnya tidak maksimal karena kurangnya pengawasan.

( Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
660 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved