Puteri Kebudayaan Lampung 2020 Cut Trimaha Rany, Diteror Cowok hingga Dikawal Polisi

Pengalaman tak terlupakan bagi Cut Trimaha Rany adalah mendapat teror saat menemani temannya yang menjadi korban perkosaan.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: heri sulis
Instagram @cuttm_
Puteri Kebudayaan Lampung 2020, Cut Trimaha Rany. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Sejak 2013 silam, Puteri Kebudayaan Lampung 2020 Cut Trimaha Rany sudah terjun di gerakan peduli anak.

Dara kelahiran Kalibalangan, 4 Agustus 2001 ini didaulat sebagai duta anak di tingkat kabupaten, provinsi hingga akhirnya ke nasional.

Perjalanan tersebut bermula saat Cut mencoba bergabung ke organisasi forum anak ketika kelas 1 SMP.

Cut punya alasan kuat dibalik itu.

Baca juga: Profil Puteri Kebudayaan Lampung 2020 Cut Trimaha Rany

Dari usia 8 tahun, dirinya yang berasal dari keluarga broken home menyisakan luka mendalam.

"Ya anak usia segitu kan iri liat temen-temen lain sama orang tuanya," ucap Cut Trimaha Rany kepada Tribunlampungwiki.com, Jumat, 22 Januari 2021.

Karena itu, ia bertekat agar anak-anak yang lain tidak mengalami perasaaan serupa.

"Aku nggak mau adik-adik ini ngerasain apa yang kurasain dulu," ucapnya.

Ia kemudian turun langsung ke masyarakat.

Menyambangi berbagai panti asuhan secara berkala, sampai ikut anak-anak lain memulung.

"Aku ingin tau gimana kehidupan mereka," ucapnya.

Cut menyadari, anak-anak tersebut memiliki keterbatasan dalam menyampaikan aspirasinya kepada para pemangku kebijakan.

Melalui dirinyalah, harapan tersebut dapat kembali terhubung.

"Aku sampaikan ke pemangku kebijakan, kalau kondisi anak-anak seperti ini," ucap dia.

Banyak pengalaman menarik yang ia dapatkan selama di sana.

Seperti ragam kasih sayang orang tua pada anaknya.

"Aku kira, namanya orang tua nggak akan tega liat anaknya susah, tapi ternyata aku liat ada yang nyuruh anaknya ngemis," ungkapnya.

Di momen tersebut pula, dirinya bahkan sempat dicubit oleh ibu-ibu.

"Itu karena kubilang, 'ibu aja yang cari duit'," ucapnya.

Pengalaman tak terlupakan lainnya adalah mendapat teror saat menemani temannya yang menjadi korban perkosaan.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
649 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved