Isbedy Stiawan ZS

Penyair senior Lampung Isbedy Stiawan ZS dijuluki Paus Sastra Lampung dan telah menulis 1000 puisi.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Isbedy Stiawan ZS
Potret penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Jika penyair kawakan WS Rendra diberi julukan Burung Merak, maka penyair senior Lampung Isbedy Stiawan ZS dijuluki Paus Sastra Lampung.

Lahir di Tanjungkarang, 5 Juni 1958, Isbedy Stiawan ZS sudah bersentuhan dengan puisi sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Tak berhenti sampai sana, ketika duduk di bangku sekolah menengah, Isbedy Stiawan ZS mulai mengirimkan karya-karyanya ke beberapa media lokal seperti RRI Tanjungkarang dan Pelita Press.

Menjadi kebangaan sendiri baginya tatkala namanya disebut sang penyiar sebagai penyair.

Cicipi Dunia Teater

Kecintaanya pada dunia sastra, mengantarkan pemilik Lamban Sastra ini masuk ke sanggar teater Ragam Budaya.

Tepatnya ketika kelas 2 SMA, Isbedy beberapa kali sempat ikut pementasan.

Hanya saja, keaktifannya di teater tak bertahan lama.

Tepat dua tahun di sana, ia pilih fokus ke penulisan puisi dan cerpen.

1000 Puisi

Potret penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS.
Potret penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS. (Dokumentasi Isbedy Stiawan ZS)

Merangkai puisi sejak 1978, Isbedy mengaku puisi menjadi caranya meluapkan unek-unek.

Ketika perasaannya berkecamuk, pria paruh baya tersebut tak segan menuliskannya, di malam hari sekalipun.

Karena itu, sudah lebih dari 1000 karya yang ia tulis.

Bahkan dalam hitungan jam, Isbedy mampu melahirkan puisi baru.

Baginya, tidak terikat hanya pada satu tema tertentu membuatnya lebih leluasa dalam menulis.

Mulai dari tema sosial, cinta, maut, perlawanan, pernah ia garap.

Ketika tahun 1970-an misalnya, ia banyak menulis tentang masalah cinta, keluarga, dan bunga.

Satu dekade selanjutnya, ia banting setir ke nuansa sufistik atau religius.

Hingga sampai di zaman Orde Baru, Isbedy mulai menggaungkan tulisan perlawanan seperti UBL berdarah, tragedi Semanggi, dan lain-lain.

Ia menambahkan, memang penentuan tema berkontribusi pada bagus tidaknya sebuah puisi.

Tetapi, kemampuan sang penyair meramu bahasa juga menjadi penentu.

Penyair juga bertanggung  jawab penuh dalam mematuhi rambu-rambu puisi.

Mulai dari SARA, penyesatan dan hal-hal buruk lainnya.

Melancong hingga Belanda

Potret penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS.
Potret penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS. (Dokumentasi Isbedy Stiawan ZS)

Memiliki ribuan karya, Isbedy Stiawan mengaku sudah pernah keliling Indonesia.

Dari Sabang hingga Merauke pernah disinggahinya dalam rangka berpuisi.

Namun, ternyata tak hanya berkarya di nusantara, pada tahun 2015 lalu Isbedy juga menginjakkan kakinya ke Belanda.

Kegiatan pembacaan puisi tersebut diselenggarakan di Leiden University selama sepuluh hari.

Akan tetapi, Isbedy memutuskan tinggal di sana sampai satu bulan penuh, sembari menulis buku puisi.

Dalam perjalanan tersebut, ia tak harus merogoh kocek pribadinya dalam-dalam.

Sebab, baik Kapolda, pemerintah provinsi sampai anggota partai terang-terangan membantu pendanaannya.

Selain itu, laki-laki paruh baya ini juga sudah berkali-kali ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, Thailand dan Singapura.

Malaysia bahkan pernah ia sambangi sebanyak 5 kali.

Cerpenis

Potret penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS.
Potret penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS. (Dokumentasi Isbedy Stiawan ZS)

Selain puisi, Isbedy juga eksis melalui cerpen-cerpennya.

Karyanya banyak dimuat di media-media besar seperti Kompas, Tempo, Jawa Pos dan lain-lain.

Sayangnya, intensitas pembuatan cerpen tak sebanyak puisi.

Kerumitan merangkai ide menjadi sebuah cerita yang menarik, adalah penyebab utama.

Ke depannya, Isbedy bertekat akan terus menggeluti kariernya sebagai seorang penyair.

Diksi-diksi indah nan bermakna sudah menyatu dalam aliran darahnya.

Biodata:

  • Nama lengkap: Isbedy Stiawan ZS
  • TTL: Tanjungkarang, 5 Juni 1958
  • Nama orang tua: Ratminah dan Zakirin Senet

Baca juga: Komunitas Berkat Yakin Tak Sekadar Komunitas Teater

Baca juga: Buat Anak-anak Baper, Komunitas Dongeng Dakocan Berhasil Suguhkan Dongeng yang Berkesan

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved