Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS)

Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) adalah lembaga sosial yang bergerak di bidang lingkungan.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Febrilia Ekawati
Kegiatan Youth Sanitation Camp oleh YKWS, SNV dan WALHI. 

Pendampingan tersebut menggunakan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), yakni stop buang air sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah dan pengelolaan limbah cair.

Sedangkan untuk pendidikan konservasi atau lingkungan di masyarakat, sering dilakukan pelatihan-pelatihan.

Mulai dari training jurnalistik, mengembangkan produk-produk kampanye dan lain-lain.

Dinamika Pemerintahan

Program pembangunan jamban untuk rumah tangga miskin oleh YKWS.
Program pembangunan jamban untuk rumah tangga miskin oleh YKWS. (Dokumentasi Febrilia Ekawati)

Bertekad untuk bisa bersama-sama dengan masyarakat mewujudkan kebiasaan yang lebih sehat, YKWS tentu perlu dukungan dari banyak pihak.

Termasuk kepala daerah setempat.

Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati mengaku, sejauh ini banyak daerah yang kooperatif dengan seruan YKWS, meski tak jarang juga yang berlaku sebaliknya.

Namun, dinamika tersebut tak lantas membuat ia dan rekan-rekan berkecil hati menghentikan perjuangan.

Yang tak kalah penting, YKWS juga melampirkan data-data faktual sesuai dengan realita di lapangan agar lebih membuka mata para pemangku kebijakan.

Fasilitator

Mengingat banyaknya wilayah yang dijadikan tempat kegiatan, YKWS kemudian menunjuk beberapa orang fasilitator sebagai pendamping wilayah.

Fasilitator tersebut kemudian bertanggung jawab untuk pengelolaan sektor air bersih dan sanitasi masyarakat di Tanggamus.

Kemudian yang lainnya mendampingi kelompok perempuan dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk mencegah stunting.

Di samping itu, juga ada yang menangani masalah hutan.

Karakter Wilayah Masing-Masing

Pengembangan energi biogas YKWS.
Pengembangan energi biogas YKWS. (Dokumentasi Febrilia Ekawati)

Aktif melaksanakan kegiatannya di berbagai wilayah, Febri mengatakan tiap daerah memerlukan perlakuannya masing-masing.

Karena itu, sebelum melaksanakan program, YKWS terlebih dahulu membuat analisis sosial, masyarakat, lingkungan, sampai pimpinan setempat.

Hal tersebut pernah terjadi di salah satu desa yang enggan ia sebutkan namanya.

Di sana, masyarakatnya lebih tunduk kepada kepala adat dibanding kepala pemerintahannya.

Alhasil, YKWS melakukan pendekatan dan pendampingan melalui kepala adat tersebut.

Sumber: Tribun Lampung

Halaman selanjutnya

Suntikan Dana

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved