Yayasan Konservasi Way Seputih, Lembaga Sosial Multi Fokus

Terbentuk sejak 2007 silam, YKWS bertekat untuk bisa mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup di Lampung yang berkelanjutan.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Febrilia Ekawati
Kegiatan Youth Sanitation Camp oleh YKWS, SNV dan WALHI. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) adalah lembaga sosial yang bergerak di bidang lingkungan.

Mulai dari persoalan daerah aliran sungai, hutan, sampai sanitasi.

Berdiri sejak 2007 silam, YKWS bertekad untuk bisa mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup di Lampung yang berkelanjutan.

Multi Fokus

Pembibitan tanaman untuk program pengembangan hutan rakyat di wilayah penyangga TNBBS oleh YKWS.
Pembibitan tanaman untuk program pengembangan hutan rakyat di wilayah penyangga TNBBS oleh YKWS. (Dokumentasi Febrilia Ekawati)

Yayasan Konservasi Way Seputih atau yang akrab dikenal sebagai YKWS terbentuk sejak 2007 silam.

Ketika itu, para pendirinya prihatin atas kondisi daerah aliran sungai yang ada di Lampung, terlebih di Lampung Tengah.

Keadaan diperparah dengan terbatasnya lembaga sosial yang fokus di bidang pengelolaan sungai secara terpadu.

Atas dasar tersebut, YKWS akhirnya memberanikan diri untuk berhimpun dan menjadi lembaga sosial yang terjun di dalamnya.

Adapun program pertama yang akhirnya digagas adalah pengelolaan kawasan aliran hulu.

"Kita pakai pendekatan konservasi tanah dan air terpadu agar aliran sungai Way Seputih bisa lestari," kata Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati kepada Tribunlampungwiki.com, Selasa, 28 Juli 2020.

Di samping itu, YKWS juga membidik masalah sanitasi dan air bersih.

Kedua kebutuhan dasar manusia tersebut dirasa penting untuk diberi perhatian khusus, karena masih banyak masyarakat yang abai.

"Di beberapa kabupaten/kota di Lampung bahkan memandang masalah sanitasi bukan hal yang seksi atau penting," kata dia.

Padahal, untuk daerah Lampung sendiri masih ada 1,2 juta penduduk yang masih buang air besar sembarangan.

Data tersebut menjadi bukti belum maksimalnya pengeloaan sanitasi yang ada.

Selain itu, YKWS juga mengedukasi masyarakat untuk bisa hidup lebih bersih dan menjaga keteraturan lingkungan.

"Kita pengen bisa pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan melalui bidang-bidang tersebut," tutur Febri.

Rangkul Kabupaten/Kota

Aktivitas kelompok wanita tani dampingan YKWS pada kegiatan pengelolaan kebun bibit kolektif.
Aktivitas kelompok wanita tani dampingan YKWS pada kegiatan pengelolaan kebun bibit kolektif. (Dokumentasi Febrilia Ekawati)

Setiap tahun, YKWS melaksanakan berbagai kegiatan baik dari segi sanitasi, lingkungan, aliran sungai maupun hutan.

Kegiatan tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota yang ada di Lampung dengan concernnya masing-masing.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved