Analisis Sosial, Jadi Cara YKWS Buat Program Tepat Sasaran

Sebelum melaksanakan program, YKWS terlebih dahulu membuat analisis sosial, masyarakat, lingkungan, sampai pimpinan setempat.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Febrilia Ekawati
Pembibitan tanaman untuk program pengembangan hutan rakyat di wilayah penyangga TNBBS oleh YKWS. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Setiap tahun, lembaga sosial Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) melaksanakan berbagai kegiatan baik dari segi sanitasi, lingkungan, aliran sungai maupun hutan.

Kegiatan YKWS tersebar di berbagai kabupaten/kota yang ada di Lampung dengan concern-nya masing-masing.

Untuk pengelolaan konservasi hutan, YKWS mengembangkan pendampingan di wilayah Batu Tegi, Lampung Tengah yang menjadi daerah hulu Way Seputih serta beberapa wilayah taman nasional.

Sedangkan untuk sanitasi, dilakukan pendampingan di Kabupaten Pringsewu, Metro, dan Lampung Tengah.

"Bahkan bisa mengantarkan Pringsewu jadi ODF (Open Defecation Free) di tingkat kabupaten," kata Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati kepada Tribunlampungwiki.com, Selasa, 28 Juli 2020.

Tak cukup di tiga kabupaten/kota, belum lama ini YKWS juga mulai menjamah daerah Pesisir Barat, khususnya di Kecamatan Pulau Pisang.

Sebab, di daerah tersebut belum ada satupun desa yang mencapai taraf ODF.

Sedangkan untuk pendidikan konservasi atau lingkungan di masyarakat, sering dilakukan pelatihan-pelatihan.

Mulai dari training jurnalistik, mengembangkan produk-produk kampanye dan lain-lain.

Bukan tanpa hambatan melaksanakan kegiatan di banyak wilayah.

Febri mengatakan tiap daerah memerlukan perlakuannya masing-masing.

Karena itu, sebelum melaksanakan program, YKWS terlebih dahulu membuat analisis sosial, masyarakat, lingkungan, sampai pimpinan setempat.

"Data itu memudahkan kita melangkah, menentukan seperti apa strategi komunikasinya," jelas dia.

Hal tersebut pernah terjadi di salah satu desa yang enggan ia sebutkan namanya.

Di sana, masyarakatnya lebih tunduk kepada kepala adat dibanding kepala pemerintahannya.

Alhasil, YKWS melakukan pendekatan dan pendampingan melalui kepala adat tersebut.

Wilayah-wilayah tersebut kemudian akan didampingi secara kontinu oleh beberapa orang fasilitator.

Ada yang bertanggung jawab untuk pengelolaan sektor air bersih dan sanitasi, ada yang mendampingi kelompok perempuan dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk mencegah stunting, dan ada juga yang menangani masalah hutan.

"Kita sesuaikan dengan kebutuhan dan disiplin ilmu masing-masing," pungkasnya.

Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS)

Sosialisasikan Manajemen Kebersihan Menstruasi, Start Community Adakan Opera Boneka

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved