UTD PMI Lampung

UTD PMI Lampung merupakan basis pelayanan darah kepada masyarakat, serta pembina teknis pada UTD di kabupaten/kota di seluruh wilayah Lampung.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Kiki Novilia
Potret halaman depan UTD PMI Lampung, Rabu, 29 April 2020. 

UTD yang bersangkutan harus mengantongi sertifikat CPOB (cara pembuatan obat yang baik) terlebih dahulu.

CPOB sendiri memiliki banyak standar yang harus dipenuhi demi menjaga kualitas yang dihasilkan.

Mulai dari alat, personel, ruangan, dinding dan laboratorium khusus.

Belum lagi ritme kerja yang tidak diperkenankan merangkap.

Saat ini, sedikitnya 15 UTD di Indonesia yang sudah bersertifikat CPOB.

Mengingat kebaruan virus tersebut dan kompleks penanganannya, membuat banyak UTD harus menyesuaikan diri terlebih dahulu.

UTD PMI Lampung kini tengah melakukan renovasi ruangan guna memenuhi syarat CPOB.

Rencananya, ruangan tersebut akan siap di bulan Mei.

Upaya Aman dari Covid-19

Kondisi tempat cuci tangan di UTD PMI Lampung, Rabu, 29 April 2020.
Kondisi tempat cuci tangan di UTD PMI Lampung, Rabu, 29 April 2020. (Dokumentasi Kiki Novilia)

Donor darah tentu menjadi hal yang krusial untuk terus dilakukan.

Aktivitas kemanusiaan tersebut terbukti mampu menyelamatkan nyawa banyak orang.

Sayangnya, di tengah pendemi covid-19 ini, antusiasme masyarakat untuk menyumbangkan darahnya terus berkurang.

Kekhawatiran akan tertular menjadi salah satu alasan terbesar.

Namun, ketika dikonfirmasi ke dr Aditya M Biomed, ia terang-terangan membantahnya.

Ia mengatakan, UTD PMI Lampung sudah menerapkan standar keamanan bagi para pendonor.

Mulai dari penyemprotan ruangan dengan disinfektan, penggunaan masker dan penetapan batas jarak.

Di samping itu, hingga saat ini belum ada penelitian yang mengungkapkan bahwa covid-19 bisa ditularkan melalui transfusi darah.

Aditya membenarkan, jika jumlah darah yang ada di UTD PMI Lampung menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Namun, kondisi tersebut masih bisa diatasi dengan baik, mengingat permintaan darah dari rumah sakit yang juga menurun.

Dari yang normalnya berjumlah minimal 100 kantong dalam sehari, kini di angka 80 kantong sudah terbilang cukup banyak.

Sebab, saat ini rumah sakit saat lebih memprioritaskan darah untuk kasus-kasus emergency terlebih dahulu.

Hingga saat ini, UTD PMI Lampung mendistribusikan darahnya ke 22 rumah sakit umum dan rumah sakit ibu dan anak di area Bandar Lampung.

Biasanya, rumah sakit-rumah sakit tersebut paling banyak meminta stok darah dari UTD PMI Lampung untuk kasus-kasus kebidanan, seperti operasi sesar ataupun pendarahan akibat melahirkan.

Di samping itu, kerap juga digunakan untuk kasus-kasus seperti Thalasemia, anemia kronis, dan lain sebagainya yang membutuhkan banyak darah.

Donor Darah Saat Puasa

Kegiatan donor darah di UTD PMI Lampung, Rabu, 29 April 2020.
Kegiatan donor darah di UTD PMI Lampung, Rabu, 29 April 2020. (Dokumentasi Kiki Novilia)

Siapa bilang tidak bisa donor darah ketika sedang berpuasa?

Ternyata, Anda bisa tetap melaksanakan misi kemanusiaan di UTD PMI terdekat dengan memperhatikan beberapa tipsnya.

Pertama, persiapkan mental sebelum donor darah.

Kedua, pastikan mendapat asupan makanan yang cukup ketika sahur.

Apabila dirasa kurang, atau bahkan tidak sahur sama sekali, maka tidak disarankan untuk donor.

Ketiga, perbanyak minum air putih sampai dengan 3 hari ke depan untuk mengembalikan volume darah sepenuhnya.

Jika sedang berpuasa, pemenuhan asupan cairan dimaksimalkan sejak berbuka puasa hingga waktu imsak.

Selanjutnya, hindari tidur terlalu malam agar kondisi tubuh tetap optimal.

Kelima, konsumsi makanan yang kaya akan zat besi dan vitamin saat berbuka.

Terakhir, pilih waktu yang tepat.

Bila takut lemas di siang hari, Anda dapat melakukan donor darah di malam hari atau menjelang magrib.

Dokter Aditya menambahkan, bagi yang ingin donor darah pada saat bulan Ramadhan, disarankan untuk mereka yang sudah terbiasa.

Donor darah di tengah bulan suci Ramadhan dan pandemi covid-19 seperti saat ini tetap perlu dilakukan guna menjaga ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan.

Donor-Ku

Pamflet aplikasi Donor-Ku di UTD PMI Lampung, Rabu, 29 April 2020.
Pamflet aplikasi Donor-Ku di UTD PMI Lampung, Rabu, 29 April 2020. (Dokumentasi Kiki Novilia)

Merambah ke dunia digital, UTD PMI Lampung memaksimalkan penggunaan aplikasi Donor-Ku.

Aplikasi buatan staf UTD PMI Lampung ini didesain untuk dapat digunakan oleh PMI dalam skala nasional.

Banyak informasi yang bisa diakses dari aplikasi android tersebut, baik bagi pendonor maupun penerima donor.

Bagi pendonor, akan terdata secara otomatis berapa kali jumlah donor, golongan darah, hingga kapan tanggal donor kembali.

Sedangkan bagi pasien yang membutuhkan darah, bisa mengecek ketersediaannya di menu stok darah lengkap dengan penjelasan jenis-jenisnya.

Mulai dari darah lengkap (whole blood/WB), darah merah pekat (packed red cell/PRC), trombosit pekat (thrombocyte concentrate/TC), plasma segar beku (fresh frozen plasma/FFP), cryorecipitate AHF, dan plasma cair (liquid plasma/LP).

Pembagian tersebut dilakukan berdasarkan berat jenis darah pendonor dan akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Stok darah tersebut diperbarui setiap 10 menit sekali.

Dengan aplikasi tersebut, UTD PMI Lampung terbantu untuk mengetahui masa berlaku darah yang maksimal bisa mencapai 35 hari.

Fitur-fitur lain yang tampak di halaman muka Donor-Ku meliputi prosedur untuk donor sekarang, lokasi UTD PMI se-Indonesia, berita-berita terkait donor darah dan PMI, sampai kegiatan donor se-Indonesia.

Fitur tersebut memperlihatkan kegiatan-kegiatan donor terdekat lengkap dengan lokasi dan waktunya.

Selain itu, pendonor juga tak perlu lagi menggunakan kartu donor.

Yang bersangkutan hanya perlu menunjukkan kartu donor yang tertera dalam aplikasi.

Ke depannya, Donorku sedang difokuskan untuk bisa diakses di Ios, mengingat sejauh ini baru dapat diakses oleh android.

Biodata:

  • Nama: Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung
  • Alamat: Jalan Dr. Samratulangi No. 105, Penengahan, Bandar Lampung.
  • Nomor Telepon: 0721 703020
  • Struktur Organisasi:

1. Kepala UTD: dr. Aditya, M. Biomed
2. Manajer Pemastian Mutu: Achmad Solihin
3. Bagian Informasi dan Teknologi: Jifry Saputra
4. Bagian Pengelolaan Donor: Sri Berdikarina
5. Bidang Pengelolaan Darah: dr. Firmansyahroni
6. Bidang Administrasi dan Keuangan: Rahmi Wahyuningsih
7. Seksi Pengawasan Mutu: Mustikawati
8. Seksi Pemeliharaan, Kualifikasi, Kalibrasi dan Verifikasi Alat: Abdullah Mukhsinin
9. Seksi Pelulusan Produk: Titin Sulistina
10. Seksi Dokumentasi: Nurul Hidayati
11. Seksi Humas dan Rekruitmen Donor: Joni Herlambang
12. Seksi Konseling: dr. Jaka Zulferza
13. Seksi Administrasi Donor: Sujiati
14. Seksi Pengambilan Darah: Desi Purnamasari
15. Seksi Pengujian Darah: Agustiawan
16. Seksi Pengolahan Darah dan Penyimpanan: Agus Suryanto
17. Seksi Distribusi dan Pasien Service: Yulika Sugesty
18. Seksi Administrasi dan Kepegawaian: Eko Rudiantoro
19. Seksi Pendidikan dan Pelatihan: Mahdi
20. Seksi Bendahara Pengeluaran: Masnaeni Indra S. Rini
21. Seksi Bendahara Penerimaan: Arie Indriani
22. Seksi Logistik: Siti Amanah

Simak Tips Aman Donor Darah Saat Puasa

Kafela Band

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia).

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved