Komunitas Insan Cekatan

Komunitas Insan Cekatan atau KIC adalah komunitas yang lahir pada 21 Maret 2019 di tengah keresahan pandemi covid-19.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Komunitas Insan Cekatan
Penyerahan bantuan APD dari Komunitas Insan Cekatan kepada RSUD Alimuddin Umar Lampung Barat. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Komunitas Insan Cekatan atau KIC adalah komunitas yang lahir pada 21 Maret 2019 di tengah keresahan pandemi covid-19.

Diprakarsai oleh tiga orang mahasiswa Universitas Lampung, KIC berhasil memproduksi mandiri alat pelindung diri (APD), bilik sterilisasi (body chamber), dan pelindung wajah (face shield).

Harapannya, KIC dapat menjadi industri kreatif andalan Lampung dalam memproduksi alat-alat kesehatan serta bersama-sama dengan masyarakat memerangi pandemi.

Tak Ada Wadah Khusus Covid-19

Pembuatan APD oleh Komunitas Insan Cekatan.
Pembuatan APD oleh Komunitas Insan Cekatan. (Dokumentasi Komunitas Insan Cekatan)

Komunitas Insan Cekatan atau KIC adalah komunitas yang lahir pada tanggal 21 Maret 2020 di tengah keresahan pandemi covid-19.

Diprakarsai oleh tiga sekawan mahasiswa Universitas Lampung; Boby Boby Aldo Saputra, Karuna Sutra Daneswara, dan Bagoes Septananda Putra, KIC berhasil memproduksi mandiri alat pelindung diri (APD), bilik sterilisasi (body chamber), dan pelindung wajah (face shield).

Awalnya, KIC tak diniatkan menjadi komunitas, melainkan tempat usaha.

Namun, seiring berjalannya waktu, KIC tak hanya menjadi ladang bisnis, tetapi juga komunitas sosial yang mendonasikan hasil produksinya kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Sebab, ketiga pendirinya kala itu merasa belum ada wadah atau komunitas resmi yang didedikasikan untuk menyalurkan bantuan terkait pendemi covid-19.

Fokus pada Pencegahan

Produksi face shield oleh Komunitas Insan Cekatan.
Produksi face shield oleh Komunitas Insan Cekatan. (Dokumentasi Komunitas Insan Cekatan)

Produk utama dari Komunitas Insan Cekatan adalah alat pelindung diri (APD), bilik sterilisasi (body chamber), dan pelindung wajah (face shield).

Ketiga produk kesehatan tersebut dibuat berdasarkan rujukan jurnal dari Australia.

Namun, yang penting digarisbawahi, produk yang dirakit KIC didesain khusus untuk pencegahan covid-19, bukan untuk penanganan.

Sebab, standar dan perlakuan untuk keduanya akan berbeda.

Contohnya, pelindung wajah atau face shield rakitan KIC bisa digunakan berkali-kali.

Alat tersebut hanya perlu disterilisasi agar terjaga kebersihannya.

Berbeda dengan alat-alat penanganan covid-19 yang seluruhnya didesain untuk sekali pakai dan langsung dibakar.

Harapannya, alat rakitan KIC tersebut bisa berfungsi secara optimal guna meringankan beban para petugas medis yang tengah berjuang.

Terlebih saat ini hampir seluruh elemen dari garda terdepan kesehatan tersebut sudah diwajibkan memakai pengaman.

Bidik Rumah Sakit dan Puskesmas

Pembagian APD dari Komunitas Insan Cekatan kepada RSUD KH. Muhammad Thohir Krui.
Pembagian APD dari Komunitas Insan Cekatan kepada RSUD KH. Muhammad Thohir Krui. (Dokumentasi Komunitas Insan Cekatan)
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
377 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved