Pantik Pola Pikir Kritis, Telur Indonesia Tetaskan Program Disuksi Terbuka

Kegiatan yang didesain untuk para pemuda ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan sudut pandangnya mengenai isu tertentu.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Ahmad Audli Natakusuma
Diskusi Terbuka ke-2 Telur Indonesia. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Telur Indonesia adalah komunitas sosial dan pendidikan yang berbasis di Provinsi Lampung.

Terbentuk pada 6 Mei 2017, Telur Indonesia bertekad mampu membangun karakter pemuda untuk siap menghadapi persaingan global.

Salah satu program unggulan yang digagas Telur Indonesia untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah diskusi terbuka.

Kegiatan yang didesain untuk para pemuda ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan sudut pandangnya mengenai isu yang ditentukan.

Isu yang diangkat bisa sangat beragam baik dari dalam maupun luar negeri.

Contohnya, pada diskusi perdana Telur Indonesia pada 1 Juni 2017 mengangkat tema tentang mindset.

Tema tersebut kemudian dipecah menjadi empat sub tema yakni; Donald Trump melarang 7 negara muslim masuk ke Amerika, perusahaan Amerika yang ingin membuat kota di planet Mars, Presiden Filipina yang menyatakan perang narkoba, dan Stephen Hawkings yang menyatakan menemukan sinyal alien.

Sedangkan di diskusi-diskusi selanjutnya digelar dengan tema-tema seperti fenomena bunuh diri, ketenagakerjaan untuk usia muda dan cybercrime.

Mengusung bahasan yang tak ringan, diskusi terbuka sejatinya memang membutuhkan kemampuan berpikir yang mumpuni.

"Iya, memang membutuhkan high level thinking (kemampuan berpikir tingkat tinggi)," jelas pendiri Telur Indonesia Ahmad Audli Natakusuma saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (13/4/2020).

Namun, hal tersebut tak lantas membuat Telur Indonesia membatasi peserta yang ingin bergabung dalam ajang tukar pendapatnya.

"Peserta termuda kita pernah ada yang kelas 1 SMA, yang paling tua pernah juga sampe 30-an," ucapnya.

Diskusi terbuka rutin digelar per tiga bulan sekali di aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) atau aula kantor bahasa Lampung.

Telur Indonesia

Bukan Skor TOEFL, Kontribusi ke Masyarakat Jadi Kunci Lolos Program Beasiswa ke Luar Negeri

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved