Telur Indonesia

Telur Indonesia adalah komunitas sosial dan pendidikan yang berbasis di Provinsi Lampung.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Ahmad Audli Natakusuma
Telur Indonesia foto bersama seluruh relawan dan guru setelah pelaksanaan FL4. 

Salah satunya adalah menciptakan tokoh tertentu bertajuk ibu peri.

Ketika ada anak yang nakal atau jahil, maka sang ibu peri akan segera menegur.

Upaya memberikan edukasi kepada anak-anak memang tak bisa asal jadi.

Relawan yang dipilih harus bisa berinterasi dan membawa diri dengan baik dihadapan para penerus bangsa tersebut.

Charity

Potret anggota Telur Indonesia saat Car Free Day (CFD).
Potret anggota Telur Indonesia saat Car Free Day (CFD). (Dokumentasi Ahmad Audli Natakusuma)

Program selanjutnya adalah charity atau bakti sosial.

Charity menjadi bentuk kepedulian Telur Indonesia terhadap masyarakat yang membutuhkan seperti korban bencana, sekolah yang rusak, desa terbelakang, dan lain sebagainya.

Salah satunya adalah penyerahan bantuan kepada masyarakat terdampak badai Dahlia di desa Rangi Tritunggal, Katibung, Lampung Selatan.

Guna melaksanakan misi kemanusiaan tersebut, Telur Indonesia menggalang bantuan dari masyarakat luas melalui media sosial.

Sociopreneurship

Sociopreneurship atau yang akrab disebut fund rising merupakan upaya Telur Indonesia mendapatkan pemasukan dana sebagai basis pelaksanaan kegiatan.

Program tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kreativitas para anggotanya dengan cara memproduksi maupun jual beli produk.

Salah satu contohnya adalah melalui gelaran ketika Car Free Day (CFD).

Di sana, Telur Indonesia membuka stan donasi dan "ngamen amal" untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu dalam event selanjutnya.

Bahu-Membahu

Diskusi terbuka pertama Telur Indonesia.
Diskusi terbuka pertama Telur Indonesia. (Dokumentasi Ahmad Audli Natakusuma)

Dalam melaksanakan program-programnya, Telur Indonesia dibantu banyak pihak.

Beberapa yang tercatat pernah mengadakan kerja sama dengan Telur Lampung adalah RRI, Komunitas Gajahlah Kebersihan, PCMI, mahasiswa kedokteran Unila, Gebyar Pelajar Lampung dan lain-lain.

Di samping itu, yang kontribusinya tak dapat dipandang sebelah mata adalah para relawan.

Dengan jumlah sebanyak 20 orang, mereka akan selalu menjadi relawan prioritas tatkala Telur Indonesia menggelar kegiatan.

Hanya ketika kesempatan yang diberikan pada mereka tidak dipergunakan karena satu dan lain hal, maka kuota tersebut akan dilempar kepada relawan lain yang bersedia.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved