Ditolak YSEALI, Vito Jadi Perwakilan Lampung di Study of the US Institute

Vito mengikuti program Study of the U.S. Institute (SUSIs) di Seattle, Washington DC, Amerika Serikat.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Ahmad Audli Natakusuma
Potret Ahmad Audli Natakusuma di depan Capitol Hill, Washington DC. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Selalu haus akan ilmu, barangkali tepat disematkan pada sosok Ahmad Audli Natakusuma alias Vito.

Setelah berhasil menjadi delegasi Lampung dalam program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) ke India (ASEAN-India Students Exchange Program/AISEP) di tahun 2018, Vito kembali mengikuti program ke Amerika Serikat pada 2019.

Program bernama Study of the US Institute (SUSIs) tersebut digelar selama lima minggu di Seattle, Washington DC, Amerika Serikat.

Diikuti oleh mahasiswa internasional dari negara-negara dengan jumlah penduduk serta isu penganggurannya tinggi seperti India, Brazil, Tunisia, dan Nigeria.

Sedangkan Vito menjadi satu dari empat perwakilan Indonesia.

Di sana, ia belajar tentang kepemudaan, pendidikan dan bagaimana cara menutup kesenjangan keterampilan yang ada di masyarakat (youth, education, and closing the skills gap).

"Gimana sih cara menutup skill gap di masyarat, mengatasi pengangguran, dari sudut pandang pemudanya sendiri," katanya saat dihubungi Tribunlampungwiki.com, Senin (13/4/2020).

Namun, tak semudah membalikkan telapak tangan, banyak perjuangan yang harus dilalui Vito untuk bisa bergabung dengan perwakilan dari empat negara tersebut.

Sebelumnya, ia sempat mendaftar program Youth Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di tahun 2019.

Namun, karena berstatus sebagai runner up, Vito tidak diperkenankan berangkat di program bergengsi tersebut.

"Kemarin tuh yang berangkat ada dua orang, dan saya peringkat tiga," terangnya.

Beruntung, tak lama setelah penolakkan tersebut, Vito mendapatkan email rekomendasi dari kedutaan besar untuk mengikuti program SUSIs.

Tanpa buang waktu, Vito segera mengadu nasib di sana.

"Karena saya direkomendasikan dari YSEALI, jadi saya tinggal ngisi ulang berkas dan wawancara," pungkasnya.

Telur Indonesia

Komunitas Jalan Inovasi Sosial (Janis)

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved