Bukan Skor TOEFL, Kontribusi ke Masyarakat Jadi Kunci Lolos Program Beasiswa ke Luar Negeri

Poin yang paling menentukan lolos tidaknya program ke luar negeri terletak pada bagaimana calon kandidat bisa berkontribusi di masyarakat.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Ahmad Audli Natakusuma
Potret Ahmad Audli Natakusuma saat kunjungan ke Microsoft Campus di Redmond, Washington DC, Amerika Serikat. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Lolos di program beasiswa atau pertukaran ke luar negeri tentu bukan perkara gampang.

Banyak persiapan yang harus dilakukan secara matang agar bisa meyakinkan para recruiter atau penerima beasiswa.

Namun, Tribunners tak perlu cemas.

Peraih Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) ke India (ASEAN-India Students Exchange Program/AISEP) dan Study of the U.S. Institutes (SUSIs) Ahmad Audli Natakusuma atau Vito menjelaskan beberapa hal penting yang harus dipersiapkan.

Pertama, kemampuan berbahasa Inggris yang baik.

Kemampuan berbahasa tersebut akan sangat berguna ketika menjalani prosesi seleksi maupun pelaksanaan program.

Namun, kemampuan tersebut bukan satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap lolos atau tidaknya seorang kandidat.

Peraih skor TOEFL 553 ini mengatakan, poin yang paling menentukan justru terletak pada bagaimana calon kandidat bisa berkontribusi di masyarakat.

"Rahasia terbesar program atau beasiswa itu adalah mencari orang yang sudah dan akan melakukan dampak besar di masyarakat," katanya saat dihubungi Tribunlampungwiki.com, Senin (13/4/2020).

Sayangnya, poin ini yang kerap disalahpahami para pelamar ketika menuliskan resume atau esai.

Sumber: Tribun Lampung

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved