Komunitas Dongeng Dakocan

Komunitas Dongeng Dakocan adalah komunitas dongeng pertama yang ada di Lampung.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Iin Muthmainah
Penampilan Komunitas Dongeng Dakocan. 

Fakta tersebut merupakan suatu kemajuan yang bisa merangsang kreativitas dongeng pada guru.

Hal ini disyukuri Iin karena berhasil memberikan semangat dan inspirasi bagi banyak orang.

Dengan catatan tambahan, para guru bisa mengembangkan gaya mendongengnya sekreatif mungkin sesuai dengan pembawaan masing-masing.

Raih Empati Anak

Mendongeng di depan banyak anak-anak bukanlah perkara mudah.

Selain butuh persiapan mental, dialog, ekspresi dan penjiwaan, juga perlu daya tahan tubuh yang prima.

Mereka harus memeragakan tokoh yang ada di dalam dongeng dengan penuh penghayatan.

Pertunjukkan semacam drama kecil tersebut dilakukan agar mampu menjangkau seluruh anak dalam jumlah besar.

Misalnya, ketika membawakan cerita tentang Musang Ayam, para aktor akan memerankannya sesuai bagian.

Bahkan, karena Dakocan mampu menumbuhkan chemistry yang kuat melalui ceritanya, seringkali yang berperan sebagai tokoh antagonis akan habis diserbu anak-anak selepas penampilan.

Anak-anak akan emosional dan berempati dengan tokoh-tokoh yang ada.

Sampaikan Cerita yang Sarat Nilai

Potret pegiat dongeng Lampung sekaligus pendiri Komunitas Dongeng Dakocan Iin Muthmainah.
Potret pegiat dongeng Lampung sekaligus pendiri Komunitas Dongeng Dakocan Iin Muthmainah. (Dokumentasi Iin Muthmainah)

Dalam pementasannya, cerita yang dibawakan Komunitas Dongeng Dakocan bisa bermacam-macam.

Ada yang berasal dari naskah sendiri, hasil diskusi, sampai cerita rakyat Lampung.

Untuk bisa mementaskan sebuah naskah, terlebih dahulu dilakukan pengkajian secara mendalam.

Mulai dari penyesuaian jenis cerita dengan usia anak sampai kepada nilai-nilai yang coba disampaikan di dalamnya.

Contohnya untuk cerita Timun Mas.

Iin mengatakan, cerita tersebut tidak mengajarkan anak-anak untuk bertanggung jawab atas janji yang diperbuat, melainkan melarikan diri.

Padahal, seharusnya ibu Timun Mas wajib menunaikan janjinya kepada raksasa terlebih dahulu bukan malah membuat Timun Mas kabur dari tanggung jawab.

Tak Ada Tambah dan Kurang Anggota

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved