Komunitas Dongeng Dakocan

Komunitas Dongeng Dakocan adalah komunitas dongeng pertama yang ada di Lampung.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Iin Muthmainah
Penampilan Komunitas Dongeng Dakocan. 

Mulai dari sutradara, pemain alat musik tradisional, pemusik, wartawan, serta pemain teater.

Tak peduli apapun latar belakangnya, selagi yang bersangkutan mampu berkomitmen membawa dongeng Lampung menjadi lebih baik, akan diterima dengan senang hati oleh Dakocan.

Trial and Error

Tepat di tahun ke lima, Dakocan pertama kalinya mendapatkan tawaran mengisi workshop.

Namun, mengisi workshop tentang dongeng di kala itu bukan perkara mudah.

Sang founder Iin Muthmainah mengatakan dirinya sudah mencari tahu materi tersebut se-Indonesia tetapi sulit ditemukan.

Akhirnya ia membuat sendiri materi tersebut dengan metode trial and error, selalu diperbarui ketika diperlukan.

Workshop yang dirancang untuk para guru TK dan SD tersebut berlangsung selama beberapa kali.

Tujuannya, agar para guru bisa mandiri dan percaya diri untuk mendongeng.

Kesuksesan workshop tersebut kemudian menarik perhatian Dinas Pendidikan.

Dakocan diminta mengisi selama lima hari agar para guru tak sekadar khatam memberikan teori, tapi juga terampil dalam prakteknya.

Seiring berjalannya waktu, para anggota Dakocan memahami bahwa dongeng merupakan bagian dari pendidikan.

Karena itu, kurikulum yang diracik kemudian disempurnakan untuk bisa bersinergi antara kesenian dengan ilmu pengetahuan.

Pelaksanaan workshop semacam ini dirasa lebih efisien dibanding mengajari satu per satu ke sekolah.

Hemat waktu, lebih efisien dan penyebarannya bisa lebih luas.

Bangunkan Geliat Dongeng di Lampung

Potret founder Komunitas Dongeng Dakocan Iin Muthmainah saat sedang mendongeng.
Potret founder Komunitas Dongeng Dakocan Iin Muthmainah saat sedang mendongeng. (Dokumentasi Iin Muthmainah)

Mensosialisasikan dongeng kurang lebih 18 tahun, Komunitas Dongeng Dakocan berhasil membangkitkan kembali semangat dongeng yang ada di Lampung.

Hal ini terbukti dengan tumbuhnya banyak komunitas serupa di berbagai kota dan kabupaten se-Provinsi Lampung.

Belum lagi pelatihan-pelatihan dongeng juga sudah mulai banyak.

Di samping itu, para guru yang pandai mendongeng juga menjadi daya tarik sendiri.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved