Buat Anak-anak Baper, Komunitas Dongeng Dakocan Berhasil Suguhkan Dongeng yang Berkesan

Banyak anak-anak yang baper karena dongeng yang ditampilkan oleh Komunitas Dongeng Dakocan.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Iin Muthmainah
Potret penampilan Komunitas Dongeng Dakocan. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Mendongeng di depan banyak anak-anak bukanlah perkara mudah.

Selain butuh persiapan mental, dialog, ekspresi dan penjiwaan, juga perlu daya tahan tubuh yang prima.

Begitu pula Komunitas Dongeng Dakocan.

Para pedongeng yang tergabung ke dalam Komunitas Dongeng Dakocan harus memeragakan tokoh yang ada di dalam dongeng dengan penuh penghayatan.

Pertunjukkan semacam drama kecil tersebut dilakukan agar mampu menjangkau seluruh anak dalam jumlah besar.

"Kita harus berikan banyak gerak, karena kalo dibacakan dengan buku biasa yang belakang pasti enggak kedengeran," kata founder Komunitas Dongeng Dakocan Iin Muthmainah kepada Tribunlampungwiki.com, Rabu (11/3/2020).

Misalnya, ketika membawakan cerita tentang Musang Ayam, para aktor akan memerankannya sesuai bagian.

Namun, karena Dakocan mampu menumbuhkan chemistry yang kuat melalui ceritanya, seringkali yang berperan sebagai tokoh antagonis akan habis diserbu anak-anak selepas penampilan.

"Anak-anak teriak, 'pegangin kakinyaaa!' wah, heboh deh, anak-anak baper," katanya sambil tergelak.

Dalam pementasannya, cerita yang dibawakan Komunitas Dongeng Dakocan bisa bermacam-macam.

Ada yang berasal dari naskah sendiri, hasil diskusi, sampai cerita rakyat Lampung.

"Kebetulan ada temen yang ngasih manuskrip, catetan gitu tentang cerita rakyat Lampung," katanya.

Untuk bisa mementaskan sebuah naskah, terlebih dahulu dilakukan pengkajian secara mendalam.

Mulai dari penyesuaian jenis cerita dengan usia anak sampai kepada nilai-nilai yang coba disampaikan di dalamnya.

"Cerita kita sebenernya banyak yang missed dan rata-rata isinya tentang bunuh diri dan kesedihan, harus dikaji ulang untuk disampaikan kepada anak-anak," jelasnya.

Contohnya untuk cerita Timun Mas.

Iin mengatakan, cerita tersebut tidak mengajarkan anak-anak untuk bertanggung jawab atas janji yang diperbuat, melainkan melarikan diri.

"Mau bagaimanapun, ibunya Timun Mas kan sudah berjanji kepada raksasa, tunaikan dulu janjinya, kalaupun nanti ada keajaiban atau tangan Tuhan menyelamatkan, itu udah beda lagi," jelasnya.

Perjuangan Iin Muthmainah Kenalkan Kembali Dongeng ke Masyarakat Lampung

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved