Metallica dengan Kearifan Lokal Lampung Ala Rendika Cindra Reranta

Rey pernah menampilkan karyanya di Universitas Indonesia dan mendapat banyak respon positif dari para dosen.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi Rendika Cindra Reranta
Potret Rendika Cindra Reranta atau Rey, musisi Lampung sekaligus pendiri band Nayah Cawa. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Ada yang unik dalam karya-karya musisi Lampung Rendika Cindra Reranta atau yang akrab disapa Rey.

Jika umumnya musik Lampung dominan mendayu-dayu dan berisikan syair kesedihan, Rey tampil beda dengan lirik-lirik agama dan kritik sosial.

"Tentang Nabi Muhammad, perjalanan hidup sesudah mati, tentang pergaulan bebas di masa sekarang, semuanya berdasarkan pengalaman dan pemikiran saya," katanya pada Tribunlampungwiki.com, Jumat (14/2/2020).

Tidak berhenti sampai di situ, Rey juga memasukkan unsur rock di dalamnya.

Laki-laki penggemar band rock ternama Scorpion tersebut merasa senang bisa mengombinasikan beberapa unsur sekaligus dalam musik Lampung.

"Dikombinasikan dengan unsur apapun, ya why not. Di zaman ini, ya ketinggalan banget kalau cuma pure satu mazhab (aliran)," jelasnya.

Meski tak jarang menuai cibiran karena mencampurbaurkan musik Lampung, Rey tak mau ambil pusing.

Baginya, ia hanya ingin berkarya sesuai yang diinginkan, bukan untuk menuai popularitas atau pengakuan dari banyak orang.

"Musik itu hanya saya jadikan hobi, bidang saya tetap linguistik," katanya.

Rey bahkan pernah menampilkan karyanya di Universitas Indonesia dan mendapat banyak respon positif dari para dosen.

"Mereka bilang, ini karya yang sangat luar biasa, mirip seperti Metallica," kenangnya.

Selain itu, karyanya juga kerap diputar sebelum kuliah berlangsung.

Sejauh ini Rey telah menghasilkan enam karya yang bisa diakses di saluran YouTube dengan nama Nayah Cawa TV.

Keenam karya tersebut berbentuk video klip yang didanai secara pribadi oleh Rey.

Mulai dari rekaman studio, videografer dan lain-lain, dengan kisaran harga Rp 1 juta per lagu.

"Cinta budaya buat saya itu butuh pengorbanan, bukan cuma retorika, jadi kalau jadikan karya nyata," terangnya.

Ia juga menolak mengajukan proposal atau bekerja sama dengan berbagai dinas yang ada.

Rey menegaskan dirinya tidak ingin memiliki ikatan apapun atas karya-karya yang dihasilkan.

"Saya mau, karya yang saya buat nggak punya hutang ke siapapun, tapi murni sebagai karya yang saya tentukan sendiri arahnya," ucapnya.

Wisata Budaya Sampai Foto Prewedding di Rumah Adat Lampung Kedatun Keagungan

Upaya Taufik Qurohman Kenalkan Tapis Lampung ke Nasional

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
194 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved