Bandar Udara Radin Inten II Lampung

Bandar Udara Radin Inten II adalah bandara terbesar di Provinsi Lampung.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Tribunlampung.co.id/Kiki Novilia
Potret Terminal Bandar Udara Radin Inten II, Selasa, 15 Januari 2020. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Bandar Udara Radin Inten II adalah bandara terbesar di Provinsi Lampung.

Bandar Udara Radin Inten II beralamat di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara KM 28, Branti Natar Lampung Selatan.

Bandar Udara Radin Inten II ini sudah berstatus sebagai bandara internasional sejak Desember 2018.

Adapun negara-negara yang ditargetkan menjadi destinasi bandara tersebut antara lain Arab Saudi, Singapura, Kuala Lumpur dan Hongkong.

Dikelola BUMN

Bandar Udara Radin Inten II Lampung adalah salah satu UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan PM 8 Tahun 2018.

Potret Bandar Udara Raden Inten II Lampung, Selasa, 15 Januari 2020.
Potret Bandar Udara Raden Inten II Lampung, Selasa (15/1/2020). (Tribunlampung.co.id/Kiki Novilia)

Bandara tersebut dibangun dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi, produktivitas penerapan bisnis yang sehat serta mengurangi pendanaan yang bersumber dari APBN.

Eddy Purwantoro

Aktor Teater Satu Lampung Dilirik Dua Maestro Teater Dunia

Adapun untuk skema penyelenggaraan Bandara Radin Inten II pada tahun Februari 2017 dinaikkan dari UPBU biasa menjadi BLU atau Badan Layanan Umum.

Peningkatan tersebut dilakukan atas dasar prestasi dan kinerja bandara yang dianggap sudah maksimal serta tidak membebani APBN.

Dan untuk menuju kemandirian tersebut, dibutuhkan strategi khusus yang berfokus pada perubahan pola pikir atau mindset para pegawai.

Dari yang awalnya hanya menjadi operator, kemudian secara perlahan-lahan menjadi pegawai yang juga paham regulasi, keamanan, administrasi, pelayanan dan fasilitas dan lain-lain.

Selama menyandang status tersebut, Bandara Radin Inten II juga selalu meraih peringkat pertama dalam hal keamanan dan keselamatan se-Indonesia.

Namun, untuk saat ini Bandara Radin Inten II merupakan hasil kerjasama pemanfaatan antara Angkasa Pura II selaku BUMN di bidang penyelenggaraan udara dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Kesepakatan pengelolaan tersebut ditandatangani pada 12 Oktober 2019 lalu dan berlaku secara optimal pada 1 Januari 2020.

Akibatnya, aset yang ada dikelola oleh PT Angkasa Pura II tetapi tetap milik pemerintah.

Setelah beralih ke BUMN, Kepala Bandar Udara Radin Inten II Asep Kosasih Samapta (45) mengaku tidak ada masalah yang berarti karena pegawainya sudah terbiasa profesional.

Bandar Udara Radin Inten II Lampung akan terus meningkatkan pelayanan dan semakin baik. 

Upaya tersebut kemudian diwujudkan dalam services and amenities atau fasilitas dan layanan pendukung bandara yang digunakan untuk memudahkan para pengguna jasa.

Pertama, pelayanan parkirnya sudah mendukung untuk cashless.

Kedua, seluruh prosesnya juga sudah didesain untuk digitalisasi.

Inovasi

Saat ini pihak Bandar Udara Radin Inten II sudah mencanangkan master plan, sebuah rancangan pengembangan bandara hingga 20 tahun ke depan.

Situasi di dalam Bandar Udara Raden Inten II Lampung, Selasa, 15 Januari 2020.
Situasi di dalam Bandar Udara Raden Inten II Lampung, Selasa (15/1/2020). (Tribunlampung.co.id/Kiki Novilia)

Master plan tersebut disusun berdasarkan beberapa tahapan, mulai dari lima, sepuluh lima belas hingga akhirnya dua puluh tahun.

Perpusda Lampung Memiliki Standar Internasional

Gua dan Bungker Jepang di Bandar Lampung

Rencana tersebut akan mempertimbangkan kearifan lokal Lampung. 

Dekorasi internal ke depannya akan di desain dengan siger, tapis, dan patung Radin Inten II.

Kemudian, bersama dengan sejumlah pihak yakni Kementerian Agama, Dinas Perhubungan dan Gubernur, Bandar Udara Radin Inten II berencana untuk emberkasi haji langsung.

Untuk mewujudkannya diperlukan pesawat jenis A330, yakni pesawat berbadan lebar yang berkapasitas hingga 360 penumpang.

Dengan inovasi-inovasi tersebut, diharapkan jumlah penumpang Bandara Radin Inten II semakin meningkat.

Dalam sehari, penumpang yang ada di Bandara Radin Inten II mencapai tujuh sampai tiga belas ribu orang. 

Bahkan sering terjadi penumpukan penumpang di bandara ketika jam-jam sibuk atau delay.

Hal ini menepis anggapan menurunnya minat masyarakat menggunakan jasa penerbangan akibat naiknya tarif pesawat.

Hal lain yang jadi perhatian Bandara Radin Inten II adalah ketertiban tempat parkir.

Kedepannya akan diberlakukan sistem FIFO (First In, First Out) pada taksi-taksi atau moda transportasi yang ada.

Hal ini dilakukan untuk mendukung para pengendara mendapatkan penumpang secara adil dan menjaga citra bandara yang sudah berstatus internasional.

Dari Pesawat hingga Helikopter

Terdapat sembilan airlines yang ada di Bandara Radin Inten II.

Mulai dari Sriwijaya, Garuda, Name, Lion, Batik, Wings, City Link, Express, dan Trans Nusa.

Selain pesawat, banyak juga helikopter yang mendarat di Bandara Radin Inten II Lampung ini.

Mulai dari Basarnas, KLH (Kementerian Lingkungan Hidup), Pertamina, STPI dan lain-lain. 

Bandara Radin Inten II Lampung juga digunakan sebagai tempat latihan untuk calon pilot dari sekolah tinggi penerbangan.

Sudah disiapkan tempatnya masing-masing untuk latihan dan penerbangan biasa agar lebih tertib dan teratur.

Gery Dwi Septa Ardian

Legenda Logistik Kantor Pos Bandar Lampung

Bukan Rute Biasa

Bertekat untuk terus layak menjadi bandara internasional, Bandara Radin Inten II berinovasi untuk tidak sekadar menjual rute, melainkan destinasi.

Potret Terminal Bandar Udara Radin Inten II, Selasa, 15 Januari 2020.
Potret Terminal Bandar Udara Radin Inten II, Selasa, 15 Januari 2020. (Tribunlampung.co.id/Kiki Novilia)

Meski sekilas sama, namun ternyata keduanya berbeda.

Jika rute, berarti sekadar mengantar dan menjemput penumpang ke daerah tujuan.

Sedangkan destinasi berarti mencakup kajian-kajian dan potensi-potensi daerah yang harus disebarluaskan ke masyarakat, baik domestik maupun mancanegara.

Langkah konkret mempromosikan destinasi tersebut dilakukan dengan cara mendata dan menyebarkan angket terlebih dahulu kepada masyarakat.

Dari angket tersebut kemudian diketahui rute mana saja yang paling banyak diinginkan.

Sejauh ini, penerbangan dengan rute pulau Jawa seperti Jakarta sudah berjalan lancar.

Hanya saja masih diupayakan untuk bagian Denpasar Bali.

Guna menyukseskan inovasi yang satu ini, pihak Bandara Radin Inten II Lampung bahkan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata.

Prestasi

  1. Prima Utama pada Kegiatan Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi Tahun 2018
  2. Penilaian kinerja terbaik dengan skor 63,74 atau 91% di lingkungan Ditjen Hubud pada penilaian kinerja aspek layanan badan layanan umum
  3. Penghargaan dari DKJN koordinator terbaik penyelesaian tindak lanjut revaluasi BMN 2018
  4. Penyelenggara haji antara terbaik
  5. UPBU terpatuh pelaksanaan aspek keamanan penerbangan
  6. Bandara sehat
  7. Nominasi RB terbaik di lingkungan perhubungan.

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved