Teater Satu Lampung, Aset Loyal Asal Lampung

Teater Satu Lampung tidak akan membuka cabang di luar Provinsi Lampung.

Teater Satu Lampung, Aset Loyal Asal Lampung
Dokumentasi: Iswadi Pratama.
Nyanyi Sunyi Revolusi karya Ahda Imran, Sutradara Iswadi Pratama, Produksi Titimangsa Foundation 2019. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Teater Satu Lampung adalah wadah para seniman teater yang ada di Lampung.

Sejauh ini Teater Satu Lampung telah menjelajahi hampir seluruh provinsi di Indonesia dan mancanegara seperti Melbourne, Kuala Lumpur, Jepang, Jerman, Sydney dan lain sebagainya.

Eksistensinya yang sudah mendunia, banyak yang meminta Teater Satu Lampung membuka cabang di luar Lampung.

"Banyak yang bilang, Mas Is, buat cabang di luar dong, aku bilang ah ngapain, ,memangnya perusahaan," kelakar pendiri sekaligus pemimpin umum Teater Satu Lampung Iswadi Pratama saat disambangi di kediamannya, Sabtu (4/1/2020).

Meski begitu, Teater Satu Lampung tidak membatasi jika ada anggota dari luar Lampung yang ingin berlatih di sana.

Teater Satu Lampung

Iswadi Pratama, Guru Akting Para Artis

"Kalau mau latihan atau join, ya silakan ke Lampung," ucapnya Iswadi dengan santai.

Keeksklusifan tersebut dipengaruhi oleh prinsip pendirinya yakni Iswadi Pratama.

Maestro sastra dan budaya ini ingin membangun daerahnya menjadi lebih maju dan enggan beranjak begitu saja.

"Sudah banyak orang Lampung yang hijrah ke luar, dan akhirnya nggak berkontribusi apapun ke Lampung. Saya nggak ingin menambah jumlah orang yang seperti itu," paparnya.

Hingga saat ini, Teater Satu Lampung telah mementaskan lebih dari 50 pertunjukkan lakon yang ditulis oleh pengarang Indonesia maupun luar negeri.

Berikut ini adalah beberapa karya Teater Satu Lampung:

  1. Kapai-Kapai karya Arifin C. Noer (1997)
  • Jerit Tangis Malam Butta karya Rolf Laukner (1998)
  • Umang-Umang karya Arifin C. Noer (1998-2000)
  • Waiting for Godot karya Samuel Beckett (2000)
  • Nostalgia Sebuah Kota karya Iswadi Pratama, meraih GK Award 2003 untuk kategori Naskah Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik, Grup Terbaik; mendapat Hibah Seni Kelola 2004, dipentaskan di IPAN Nusa Dua dan dipentaskan oleh kolaborasi seniman Indonesia, Jerman, Belanda, Spanyol, Hungaria, dan Pantai Gading di Koln, Jerman (2010)
  • Monolog Perempuan Pilihan karya Iswadi Pratama (2005)
  • Ontosoroh adaptasi dari Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer (2006, bekerjasama dengan PRM, Faiza Marzoeki, lakon ini dipentaskan di kabupaten-kabupaten di Lampung dalam dua hari pementasan dihadiri oleh 1.000 penonton
  • Monolog Perempuan di Titik Nol karya Nawal el Sadari (di Teater Utan Kayu, Kuala Lumpur, Australia, 2007; Salihara, 2008 dan mendapat anugerah Pertunjukan Teater Terbaik 2008 dari majalah Tempo)
  • Aruk Gugat karya Iswadi Pratama (sejak diproduksi pada 1998 lakon ini telah dipentaskan sebanyak 83 kali)
  • Monolog Wanci (2007, kerap menjadi bahan penelitian akademis, telah dipentaskan sebanyak 17 kali oleh Putu Wijaya lakon yang dimainkan oleh Ruth Marini ini disebut sebagai monolog terkuat di Indonesia)
  • Kisah-Kisah yang Mengingatkan karya Iswadi Pratama (2008, mendapat Hibah Kelola, main di Art Summit 2010 dan Ubud Writers and Readers Festival 2012)
  • Buku Panduan Belajar dan Mengajar Teater untuk Guru dan Siswa (2010)
  • Visa karya Goenawan Mohammad (2011, Komunitas Salihara)
  • Anak yang Dikuburkan karya Sam Shepard (2012, di Forum Lakon Adaptasi Salihara, meraih penghargaan Pentas Teater Terbaik 2012 dari majalah Tempo.

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Ikuti kami di
Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Sumber: Tribun Lampung
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved