Menilik Perjalanan Teater Satu Lampung dari Awal Berdiri Hingga Sekarang

Teater Satu Lampung didirikan pada 18 Oktober 1996 oleh pasangan Iswadi Pratama dan Imas Sobariah.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi: Teater Satu Lampung.
The Age of Boxes karya Sandra Thebodeux, Darwin, Sydney, Canberra, Melbourne, 2017. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Sang Bumi Ruwa Jurai ternyata memiliki potensi teater yang luar biasa.

Sebuah wadah teater bernama Teater Satu Lampung menjadi saksinya.

Teater yang beralamat di Jalan Waluh Nomor 45, Kemiling Permai, Bandar Lampung ini sudah tampil di hampir seluruh provinsi di Indonesia hingga mancanegara.

Teater Satu Lampung didirikan pada 18 Oktober 1996 oleh pasangan Iswadi Pratama dan Imas Sobariah.

Awalnya, kedua pasangan tersebut memiliki kelompok teaternya masing-masing.

Kelompok Iswadi Pratama bernama Forum Semesta, sedangkan Imas Sobariah bernama Mitra Teater.

"Kita sempat berunding terus akhirnya memutuskan untuk bersatu," papar pendiri sekaligus pemimpin umum Teater Satu Lampung Iswadi Pratama saat disambangi di kediamannya, Sabtu (4/1/2020).

Kala itu, Teater Satu Lampung hanya memiliki satu orang anggota.

Aktor tersebut kemudian diikutsertakan dalam festival monolog di Taman Budaya dan berhasil menyabet juara satu.

"Jadi ya karena satu, satu, satu, ya udah jadinya teater satu," ungkap Iswadi.

Teater ini kemudian diniatkan sebagai wadah seni budaya yang mampu menjalankan peran sosial dan kultural dalam mewujudkan transformasi sosial.

Selama puluhan tahun, Teater Satu Lampung berjalan begitu saja tanpa membuka open recruitment anggota baru.

Siapapun dan dari kalangan manapun yang tertarik belajar teater akan diterima dengan tangan terbuka.

"Cuma ya memang seleksi alam, banyak yang liat kita pentas terus tertarik, tapi yang bertahan cuma segelintir," kata Iswadi.

Iswadi menuturkan, alasan dari kebanyakan mantan anggota tersebut hengkang adalah tidak siap dengan sistem latihan yang ada di Teater Satu Lampung.

Latihan di sini dibagi menjadi beberapa bagain.

Pertama, ada latihan fisik, yang mengharuskan para anggotanya belajar bela diri tertentu yakni silat.

"Latihan fisik aja bisa dua sampai tiga jam, push up, sit up udah jadi makanan sehari-hari," ujarnya.

Fisik yang kuat menjadi aset utama para aktor.

"Kalau badannya lemas, loyo, suka begadang, gimana dia bisa berperan dengan baik," jelas Iswadi.

Selain itu, ada juga kelas materi yang meliputi kelas filsafat, antropologi, spiritualisme, sastra dan lain sebagainya.

"Misalnya kayak bulan Ramadan kemarin, kita setiap bahas tentang filsafat dari zaman Yunani antik sampai ke postmodern," ujarnya.

Iswadi menegaskan, kelas-kelas tersebut penting untuk dikhatamkan oleh anak didiknya sebagai alat membedah naskah dan mendalami peran dengan baik.

Sebab, seni adalah kerja intelektualitas yang memiliki banyak unsur rasional, logika, dan tidak semata-mata soal perasaan.

"Gimana kamu bisa memerankan karya William Shakespeare kalau nggak tau siapa dia, background dia, psikologinya, sampai sejarah Inggris," jelas Iswadi.

Ketika Teater Satu Lampung memainkan lakon adaptasi dari luar negeri, maka akan dipelajari secara keseluruhan mulai dari latar belakang penulis, tempat, kondisi pada saat itu dan segala detail lainnya.

"Setelah kita tahu seluk-beluknya, kita bisa adaptasi ke budaya kita," ujarnya.

Seluruh materi di kelas tersebut diampu oleh Iswadi yang sebelumnya telah banyak membaca tentang materi terkait.

"Apapun yang saya pahami, saya coba sampaikan ke mereka, saya nggak ingin mereka tumbuh menjadi orang yang gampang ngejudge," katanya menambahkan.

Di samping itu, ada latihan naskah, seni peran dan yang berkaitan dengan pementasan.

Untuk bisa mementaskan suatu karya baru, para aktor diperlukan sedikitnya 100 kali latihan.

Sedangkan untuk pentas ulang bisa jauh lebih singkat.

Dalam setahun, Teater Satu Lampung minimal menggelar tiga kali pementasan.

"Minimal tiga kali dan itu di luar undangan pementasan yang lain," jelasnya.

Seluruh perlengkapan mulai dari make up, kostum, properti dan lain sebagainya diurus secara mandiri oleh Teater Satu Lampung.

Berikut ini manajemen yang ada di Teater Satu Lampung:

  • Pimpinan Umum: Iswadi Pratama
  • Manajer: Imas Sobariah
  • Staf Produksi Pementasan: Ruth Marini
  • Staf Dokumentasi: Baysa Deni
  • Staf Pengembangan Organisasi: Vita Oktaviani
  • Staf Pendidikan dan Penelitian: Sugianto
  • Kabid Admin dan Kesekretariatan: Ahmad Jusmar
  • Staf SDM: Ahmad Jusmar
  • Staf Kantor: Desi Susanti
  • Staf Rumah Tangga: Budi S.
  • Kabid Keuangan: Budi Laksana
  • Bendahara: Laras Utami
  • Dana dan Usaha: Ibu Azis
  • Pemasaran: Taofik Setianto

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved