Belajar Seni Peran Sampai Filsafat di Teater Satu Lampung

Teater Satu Lampung mempelajari filsafat, antropologi, spiritualisme, sastra dan cabang ilmu lainnya.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi: Teater Satu Lampung.
Kisah-Kisah yang Mengingatkan karya Iswadi Pratama, Ubud Writers and Readers Festival 2015. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Memiliki popularitas luar biasa di bidang teater, Teater Satu Lampung kerap kedatangan banyak anggota baru.

Namun, selama puluhan tahun sebenarnya Teater Satu Lampung berjalan begitu saja tanpa membuka open recruitment anggota baru.

Siapapun dan dari kalangan manapun yang tertarik belajar teater akan diterima dengan tangan terbuka.

"Cuma ya memang seleksi alam, banyak yang liat kita pentas trus tertarik, tapi yang bertahan cuma segelintir," papar pendiri sekaligus pemimpin umum Teater Satu Lampung Iswadi Pratama saat disambangi di kediamannya, Sabtu (4/1/2020).

Iswadi menuturkan, alasan dari kebanyakan mantan anggota tersebut hengkang adalah tidak siap dengan sistem latihan yang ada di Teater Satu Lampung.

Teater Satu Lampung

Dujuluki Bapak Podcast Lampung, Gery Dwi Septa Ardian Yakin Podcast Bisa Jadi Ladang Menjanjikan

Latihan di sini dibagi menjadi beberapa bagain.

Pertama, ada latihan fisik, yang mengharuskan para anggotanya belajar bela diri tertentu yakni silat.

"Latihan fisik aja bisa dua sampai tiga jam, push up, sit up sudah jadi makanan sehari-hari," ujarnya.

Fisik yang kuat menjadi aset utama para aktor.

"Kalau badannya lemas, loyo, suka begadang, gimana dia bisa berperan dengan baik," jelas Iswadi.

Selain itu, ada juga kelas materi yang meliputi kelas filsafat, antropologi, spiritualisme, sastra dan lain sebagainya.

"Misalnya kayak bulan Ramadan kemarin, kita setiap bahas tentang filsafat dari zaman Yunani antik sampai ke postmodern," ujar Iswadi.

Iswadi menegaskan, kelas-kelas tersebut penting untuk dikhatamkan oleh anak didiknya sebagai alat membedah naskah dan mendalami peran dengan baik.

Sebab, seni adalah kerja intelektualitas yang memiliki banyak unsur rasional, logika, dan tidak semata-mata soal perasaan.

"Gimana kamu bisa memerankan karya William Shakespeare kalau nggak tau siapa dia, background dia, psikologinya, sampai sejarah Inggris," jelasnya.

Ketika Teater Satu Lampung memainkan lakon adaptasi dari luar negeri, maka akan dipelajari secara keseluruhan mulai dari latar belakang penulis, tempat, kondisi pada saat itu dan segala detail lainnya.

"Setelah kita tahu seluk-beluknya, kita bisa adaptasi ke budaya kita," ujar Iswadi melanjutkan.

Seluruh materi di kelas tersebut diampu oleh Iswadi yang sebelumnya telah banyak membaca tentang materi terkait.

Iswadi Pratama, Guru Akting Para Artis

Tak Hanya Mengirimkan Surat, Kantor Pos Bandar Lampung Juga Bisa Kirimkan Paket Motor

"Apapun yang saya pahami, saya coba sampaikan ke mereka. Saya nggak ingin mereka tumbuh menjadi orang yang gampang nge-judge," katanya menambahkan.

Di samping itu, ada latihan naskah, seni peran dan yang berkaitan dengan pementasan.

Untuk bisa mementaskan suatu karya baru, para aktor diperlukan sedikitnya 100 kali latihan.

Sedangkan untuk pentas ulang bisa jauh lebih singkat.

Dalam setahun, Teater Satu Lampung minimal menggelar tiga kali pementasan.

"Minimal tiga kali dan itu di luar undangan pementasan yang lain," jelasnya.

Seluruh perlengkapan mulai dari make up, kostum, properti dan lain sebagainya diurus secara mandiri oleh Teater Satu Lampung.

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved