Aktor Teater Satu Lampung Dilirik Dua Maestro Teater Dunia

Robert Wilson dan Tadashi Suzuki adalah dua maestro teater dunia yang tertarik dengan aktor Teater Satu Lampung.

Aktor Teater Satu Lampung Dilirik Dua Maestro Teater Dunia
Dokumentasi: Teater Satu Lampung.
Aruk Gugat karya Iswadi Pratama di Taman Budaya Lampung 2019. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Selama 24 tahun berkarya, Teater Satu Lampung telah menjelajahi hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Teater Satu Lampung juga sudah melalng buana di mancanegara seperti Melbourne, Kuala Lumpur, Jepang, Jerman, Sydney dan lain sebagainya.

"Di luar itu anggota Teater Satu Lampung juga bisa berkarya sendiri, kayak Desi, kemarin dia ke Jepang," papar pendiri sekaligus pemimpin umum Teater Satu Lampung Iswadi Pratama saat disambangi di kediamannya, Sabtu (4/1/2020).

Selain itu, ada juga anggota Teater Satu Lampung yang dikontrak oleh Robert Wilson dan Tadashi Suzuki.

"Ada empat maestro teater di dunia itu, di antaranya Robert Wilson sama Tadashi Suzuki, jadi dua maestro itu udah undang aktor kita," jelasnya.

Teater Satu Lampung Punya Anggota Mancanegara

Sering Disangka Pakar Cinta, Gery Dwi Septa Ardian: Banyak yang Ngira Pengalaman Cinta Gue Banyak

Tak hanya menghasilkan karya-karya pertunjukkan, Teater Satu juga melaksanakan program-program penelitian seni dan kebudayaan lokal, diskusi, pelatihan, apresiasi, kelas sastra, kelas pemeranan dan penyutradaraan, serta tengah merintis penerbitan.

Berikut ini adalah beberapa karya Teater Satu Lampung:

  1. Kapai-Kapai karya Arifin C. Noer (1997)
  2. Jerit Tangis Malam Butta karya Rolf Laukner (1998)
  3. Umang-Umang karya Arifin C. Noer (1998-2000)
  4. Waiting for Godot karya Samuel Beckett (2000)
  5. Nostalgia Sebuah Kota karya Iswadi Pratama, meraih GK Award 2003 untuk kategori Naskah Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik, Grup Terbaik; mendapat Hibah Seni Kelola 2004, dipentaskan di IPAN Nusa Dua dan dipentaskan oleh kolaborasi seniman Indonesia, Jerman, Belanda, Spanyol, Hungaria, dan Pantai Gading di Koln, Jerman (2010)
  6. Monolog Perempuan Pilihan karya Iswadi Pratama (2005)
  7. Ontosoroh adaptasi dari Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer (2006, bekerjasama dengan PRM, Faiza Marzoeki, lakon ini dipentaskan di kabupaten-kabupaten di Lampung dalam dua hari pementasan dihadiri oleh 1.000 penonton
  8. Monolog Perempua di Titik Nol karya Nawal el Sadari (di Teater Utan Kayu, Kuala Lumpur, Australia, 2007; Salihara, 2008 dan mendapat anugerah Pertunjukan Teater Terbaik 2008 dari majalah Tempo)
  9. Aruk Gugat karya Iswadi Pratama (sejak diproduksi pada 1998 lakon ini telah dipentaskan sebanyak 83 kali)
  10. Monolog Wanci (2007, kerap menjadi bahan penelitian akademis, telah dipentaskan sebanyak 17 kali oleh Putu Wijaya lakon yang dimainkan oleh Ruth Marini ini disebut sebagai monolog terkuat di Indonesia)
  11. Kisah-Kisah yang Mengingatkan karya Iswadi Pratama (2008, mendapat Hibah Kelola, main di Art Summit 2010 dan Ubud Writers and Readers Festival 2012)
  12. Buku Panduan Belajar dan Mengajar Teater untuk Guru dan Siswa (2010)
  13. Visa karya Goenawan Mohammad (2011, Komunitas Salihara)
  14. Anak yang Dikuburkan karya Sam Shepard (2012, di Forum Lakon Adaptasi Salihara, meraih penghargaan Pentas Teater Terbaik 2012 dari majalah Tempo.

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Ikuti kami di
Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Sumber: Tribun Lampung
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved